Menuju 50 Tahun, Binawan Group Perkuat Kolaborasi untuk Pengembangan Talenta Indonesia
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 21:15 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Binawan Group memulai rangkaian kegiatan menuju perayaan 50 tahun dengan menggelar Media Gathering bertajuk “The Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia’s Future” di Al Jazeerah Signature Restaurant & Lounge, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/9/2026).
Forum tersebut mempertemukan pimpinan Binawan Group, perwakilan pemerintah dari Kementerian Luar Negeri, insan media, serta diaspora Indonesia untuk membahas peran kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan talenta Indonesia menghadapi persaingan global.
Bagi Binawan Group, momentum menuju lima dekade tidak hanya menjadi penanda perjalanan perusahaan, tetapi juga kesempatan untuk memperluas kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penciptaan dampak sosial yang lebih luas.
Selama hampir lima dekade, Binawan Group berkembang dari organisasi yang berfokus pada pemberian kesempatan bagi masyarakat Indonesia menjadi kelompok usaha dengan tujuh pilar bisnis dan 25 unit usaha.
Kegiatan bisnis tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan, penempatan tenaga kerja global, teknologi, layanan kesehatan, agribisnis, properti, serta makanan dan minuman. Dalam ekosistem ini, pendidikan dan pelatihan berperan menyiapkan kompetensi kerja, sementara layanan penempatan membuka akses terhadap peluang internasional.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Daya Saing Global
Chief Marketing Officer Binawan Group, Kristin Tan, mengatakan bahwa perjalanan menuju 50 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali kontribusi berbagai pihak yang telah membersamai perusahaan sekaligus memperkuat kolaborasi ke depan.
“Setiap pencapaian besar selalu lahir dari banyak tangan yang bekerja sama. Perjalanan 50 tahun Binawan adalah kisah kolaborasi antara mitra pemerintah, industri, lembaga pelatihan, serta rekan-rekan media. Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi tersebut agar semakin banyak pihak dapat ikut menciptakan impact bagi Indonesia,” ujar Kristin.
Vice President Binawan Inti Utama, Adrie Nelwan, menilai kolaborasi kian krusial untuk menghadapi perubahan zaman. Menurutnya, keterhubungan antara pendidikan, industri, pemerintah, dan masyarakat akan memperluas akses talenta terhadap berbagai peluang.
“Kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Ketika pendidikan, industri, pemerintah, dan masyarakat terhubung dalam satu ekosistem, kita tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga membangun jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkontribusi di tingkat global,” tutur Adrie.
Diskusi Panel: Menyatukan Perspektif Usaha, Media, dan Diaspora
Pembahasan mengenai ekosistem kolaborasi dilanjutkan melalui sesi diskusi yang menghadirkan CEO Binawan Group Said Alwaini, Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Revolusi Riza, dan mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, Slamet Priyono.
Said Alwaini menekankan bahwa tantangan besar Indonesia saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Masa depan adalah milik ekosistem yang mampu berkolaborasi. Tantangan Indonesia hari ini, mulai dari kesiapan SDM hingga daya saing global, tidak dapat dijawab oleh satu pihak saja. Karena itu, Binawan terus memperkuat sinergi antara pendidikan, pelatihan, industri, dan pemerintah,” ujar Said.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!