Influenza A Kembali Merebak di 2026, Ini Fakta H1N1, H3N2 hingga H5N1
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:02 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa H3N2 bukan virus baru dan tetap merupakan bagian dari influenza musiman.
Kementerian Kesehatan mendeteksi subclade K pertama kali di Indonesia pada Agustus 2025 melalui sistem surveilans influenza dan pemeriksaan genom virus.
Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus subclade K di delapan provinsi. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 74 kasus dari 204 spesimen Influenza A(H3N2) yang diperiksa sejak Januari 2025 hingga pertengahan Januari 2026.
Meski sempat menjadi perhatian, pemerintah tidak menyebut fenomena tersebut sebagai pandemi. Tren kasus juga kemudian menunjukkan penurunan.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam perkembangan subclade K adalah kelompok usia yang terdampak. Sejumlah laporan menunjukkan virus tersebut banyak ditemukan pada anak-anak dan kelompok usia produktif.
Dampaknya tidak selalu berupa penyakit berat. Dalam banyak kasus, influenza menimbulkan gejala ringan hingga sedang. Namun, ketika banyak orang terserang secara bersamaan, dampaknya dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari meningkatnya ketidakhadiran siswa di sekolah hingga pekerja yang harus beristirahat di rumah.
H1N1pdm09 Mendominasi pada September
Beberapa bulan setelah perhatian terhadap H3N2 subclade K mereda, pola influenza kembali berubah.
Data pemantauan Kementerian Kesehatan yang diperbarui pada 19 September 2026 menunjukkan proporsi spesimen positif influenza pada pekan ke-36 mencapai 46 persen, meningkat dari 35 persen pada pekan sebelumnya.
Dari 185 spesimen yang diperiksa, sebanyak 86 dinyatakan positif influenza. Sebagian besar merupakan Influenza A(H1N1)pdm09, yakni 76 kasus. Selain itu, ditemukan delapan kasus H3N2 dan dua kasus Influenza B/Victoria.
Secara keseluruhan, melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), Indonesia mencatat 1.132.498 kasus influenza-like illness (ILI) atau penyakit dengan gejala menyerupai influenza hingga pekan ke-36 2026.
Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah laporan tertinggi, yakni 282.762 kasus, disusul Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.
Meski demikian, munculnya H1N1pdm09 tidak berarti Indonesia kembali mengalami pandemi seperti pada 2009.
Virus H1N1pdm09 sudah menjadi bagian dari influenza musiman yang beredar di masyarakat. Hal yang berubah adalah pola sirkulasinya dari waktu ke waktu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!