Influenza A Kembali Merebak di 2026, Ini Fakta H1N1, H3N2 hingga H5N1
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:02 WIB | Oleh: Tim PenulisAda pula perubahan yang lebih besar yang dikenal sebagai antigenic shift. Peristiwa tersebut dapat terjadi ketika dua virus influenza berbeda menginfeksi satu inang pada waktu yang sama dan kemudian bertukar segmen materi genetik.
Hasilnya dapat berupa virus dengan kombinasi sifat yang berbeda dari virus sebelumnya.
Babi kerap menjadi perhatian dalam pembahasan ini karena memiliki reseptor yang memungkinkan terjadinya infeksi dari beberapa jenis virus influenza. Pertukaran materi genetik kemudian berpotensi menghasilkan virus baru yang belum banyak dikenali sistem kekebalan manusia.
Perubahan besar seperti itu dalam sejarah berkaitan dengan munculnya sejumlah pandemi influenza, termasuk pandemi pada 1957, 1968, dan 2009.
Influenza A juga berbeda dengan Influenza B yang terutama beredar pada manusia. Influenza A dapat ditemukan pada berbagai jenis hewan, termasuk unggas dan babi. Keragaman inang tersebut memberikan ruang bagi virus untuk terus berevolusi.
H5N1 dan Flu Hewan
Salah satu jenis Influenza A yang paling banyak dipantau dunia adalah H5N1 atau flu burung.
Virus tersebut terutama beredar pada unggas, tetapi dalam sejumlah kasus juga dapat menginfeksi manusia dan berbagai jenis mamalia.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat 993 kasus infeksi H5N1 pada manusia yang dilaporkan sejak awal 2003 hingga 26 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 477 orang meninggal dunia.
Indonesia memiliki sejarah panjang dengan H5N1. Berdasarkan data WHO kawasan Pasifik Barat, Indonesia mencatat 200 kasus pada manusia dengan 168 kematian sejak 2003 hingga akhir 2025.
Meski angka tersebut menunjukkan dampak serius H5N1 pada manusia, kondisi tersebut perlu dibedakan dari situasi pandemi. WHO masih menilai risiko kesehatan masyarakat dari virus Influenza A(H5N1) pada manusia sebagai rendah karena belum ditemukan penularan antarmanusia yang berkelanjutan.
Artinya, keberadaan virus pada hewan tetap perlu diawasi, tetapi belum berarti H5N1 sedang menyebar luas dari manusia ke manusia.
Karena itu, pengawasan influenza tidak hanya dilakukan di rumah sakit dan laboratorium, tetapi juga pada populasi hewan.
"Superflu" H3N2
Pada awal 2026, perhatian publik Indonesia sempat tertuju pada Influenza A(H3N2) subclade K. Istilah "superflu" sempat digunakan untuk menggambarkan virus tersebut di ruang publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!