Influenza A Kembali Merebak di 2026, Ini Fakta H1N1, H3N2 hingga H5N1
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:02 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Bagi sebagian orang, influenza mungkin terdengar seperti penyakit biasa yang muncul ketika musim hujan atau kondisi tubuh menurun. Namun, di balik gejala yang kerap dianggap ringan, terdapat virus yang memiliki sejarah panjang dalam menyebabkan wabah besar di dunia.
Influenza A pernah menjadi penyebab pandemi besar pada 1918 yang menewaskan puluhan juta orang. Virus dari kelompok yang sama kembali menjadi perhatian pada 2009 ketika muncul pandemi yang saat itu dikenal sebagai flu babi.
Pada 2026, Influenza A kembali menjadi perhatian di Indonesia. Kondisi ini bukan merupakan pandemi baru, melainkan perubahan pola virus yang terdeteksi melalui sistem pemantauan Kementerian Kesehatan.
Pada awal tahun, perhatian tertuju pada Influenza A(H3N2) subclade K yang sempat ramai disebut sebagai "superflu". Beberapa bulan kemudian, pada September 2026, Influenza A(H1N1)pdm09 justru mendominasi temuan pemeriksaan.
Dua peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Influenza A merupakan virus yang terus berubah dan beradaptasi sehingga perlu dipantau dari waktu ke waktu.
Mengenal Influenza A
Influenza A merupakan salah satu jenis virus yang menyerang saluran pernapasan. Virus ini memiliki materi genetik berupa RNA yang terbagi menjadi delapan segmen.
Pada permukaan virus terdapat dua protein penting, yakni hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA).
Secara sederhana, HA membantu virus menempel dan masuk ke dalam sel manusia, sedangkan NA membantu virus baru keluar dari sel yang telah terinfeksi untuk kemudian menyebar ke sel lainnya.
Kombinasi kedua protein tersebut digunakan untuk mengenali berbagai subtipe Influenza A, seperti H1N1, H3N2, dan H5N1.
Ketika seseorang menghirup partikel yang mengandung virus, influenza dapat masuk ke saluran pernapasan dan berkembang biak di dalam sel. Pada sebagian besar orang, infeksi menimbulkan gejala berupa demam, batuk, pilek, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.
Namun, influenza tidak selalu ringan. Pada kelompok tertentu, terutama lansia, anak kecil, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta, infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk pneumonia dan gangguan pernapasan.
Infeksi influenza juga dapat diikuti infeksi bakteri sehingga komplikasi pada pasien influenza berat tidak selalu disebabkan oleh virus influenza semata.
Mengapa Influenza Terus Berubah?
Salah satu alasan influenza terus bertahan adalah kemampuannya mengalami perubahan.
Perubahan kecil yang terjadi secara bertahap pada virus dikenal sebagai antigenic drift. Perubahan ini dapat membuat sistem kekebalan tubuh tidak lagi mengenali virus secara sempurna. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan vaksin influenza perlu diperbarui secara berkala.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!