Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Sambut Xi Jinping di Landasan Pangkalan Militer, AS-Tiongkok Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Dagang

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 06:08 WIB | Oleh:
Trump Sambut Xi Jinping di Landasan Pangkalan Militer, AS-Tiongkok Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Dagang Doc: Istimewa
Ket. Donald Trump menyambut Xi Jinping saat tiba di Pangkalan Gabungan Andrews, dengan Melania Trump di sebelah kiri dan Peng Liyuan di sebelah kanan

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut langsung Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, pada Rabu (23/9) malam, saat Xi tiba di AS untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari.

Dari The Guardian, Trump bersama Ibu Negara Melania Trump datang ke pangkalan militer tersebut untuk menyambut Xi dan istrinya, Peng Liyuan. Penyambutan itu berlangsung dengan upacara kenegaraan lengkap, termasuk karpet merah sepanjang sekitar 100 kaki, barisan personel militer AS, pengibaran bendera kedua negara, serta pertunjukan terbang dua pesawat pembom B-1.

Trump biasanya menyambut pemimpin asing di Gedung Putih. Namun, kali ini ia memilih datang langsung ke landasan pacu untuk menyambut Xi.

“Dia datang ke tanah kita, dan kita perlu menyambutnya dengan penuh hormat,” kata Melania Trump kepada Fox & Friends.

Setibanya di Gedung Putih, Xi dijadwalkan mendapat penghormatan dengan 21 kali tembakan salvo di halaman selatan Gedung Putih. Xi juga dijadwalkan mengikuti jamuan khusus, minum teh secara pribadi bersama Trump dan Melania, serta mengunjungi Arsip Nasional.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika hubungan Washington dan Beijing masih diwarnai persaingan dalam perdagangan, teknologi, kecerdasan buatan (AI), serta sejumlah isu geopolitik.

Salah satu isu utama yang menjadi perhatian adalah persaingan pengembangan AI. Pemerintahan Trump secara terbuka mendorong investasi besar-besaran di sektor tersebut dan menempatkan keunggulan AI sebagai bagian penting dari persaingan ekonomi dan militer AS dengan Tiongkok.

Trump sebelumnya menepis kekhawatiran mengenai risiko perkembangan AI dan menyerukan peningkatan investasi agar AS tetap unggul dari China.

“Siapa pun yang memenangkan AI, akan menang,” tulis Trump melalui Truth Social.

Gencatan Tarif

Di tengah persaingan teknologi tersebut, AS dan Tiongkok pada Rabu juga menyepakati perpanjangan sementara kesepakatan perdagangan yang sebelumnya dikenal sebagai “perjanjian Busan”.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan tersebut diperpanjang hingga 10 Januari. Bessent sebelumnya bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng untuk membahas hubungan perdagangan kedua negara.

Pertemuan Trump dan Xi kali ini merupakan pertemuan kedua mereka sepanjang 2026. Kedua pemimpin diperkirakan membahas perdagangan, AI, Taiwan, perubahan iklim, serta sejumlah persoalan geopolitik selama kunjungan Xi.

Gedung Putih juga mengundang sejumlah pemimpin perusahaan teknologi besar untuk menghadiri jamuan makan malam kenegaraan bagi Xi pada Kamis. Di antara perusahaan yang dijadwalkan hadir adalah OpenAI, Apple, xAI, Microsoft, Nvidia, dan Meta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.