Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 02:20 WIB | Oleh:

"Benihnya harus benih unggul yang bisa menghasilkan produktivitas singkong dan kadar pati yang baik. Karena yang untuk diolah menjadi bioetanol itu tergantung pada patinya," ujarnya.

Di sisi industri, MSI juga melakukan komunikasi dengan sejumlah investor yang berminat mengembangkan pengolahan singkong menjadi bioetanol.

"Kami sudah melakukan beberapa kontak dengan para investor, terutama di pengolahan singkong menjadi bioetanol. Beberapa investor sudah siap," katanya.

Menurut Arifin, kepastian pasar atau off-taker menjadi salah satu faktor penting agar investasi bioetanol dapat segera direalisasikan. Kepastian pasar juga dibutuhkan untuk memastikan peningkatan produksi petani terserap oleh industri.

MSI mengusulkan pengembangan industri bioetanol dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan sentra produksi singkong. Salah satu skema yang disiapkan adalah pola kemitraan inti-plasma, sehingga petani dapat terlibat langsung sebagai pemasok bahan baku.

Arifin menilai pengembangan bioetanol dapat menjadi bagian penting dari hilirisasi singkong nasional. Selain membuka pasar baru, industri tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperluas keterlibatan petani dalam rantai industri energi.

MSI berharap sinergi pemerintah, petani, asosiasi, investor, dan industri terus diperkuat. Dengan demikian, kebijakan pengendalian impor dapat berjalan beriringan dengan peningkatan produksi domestik dan pembukaan pasar baru melalui bioetanol.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga singkong di angka Rp1.350 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Marketing VALTEKINDO
Marketing VALTEKINDO
25 Sep 2026, 10:17 WIB.

Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor langsung menghidupkan kembali gairah petani di sentra produksi seperti Lampung, yang mana momentum pengembangan pasar ini idealnya segera dibarengi dengan skema pembiayaan yang ramah petani agar mereka memiliki modal cukup untuk memperluas lahan dan mengadopsi teknologi budidaya modern demi memenuhi lonjakan permintaan dari sektor perindustrian.

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Rona
Sambut 2027, Ayu Ting Ting ...

Film Zona Merah Siap Naik ke Layar Lebar, Ada Kejutan Apa?

54 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Rona
Film Zona Merah Siap Naik k...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.