Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda, Ada Apa di Balik Layar?

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IPO Perusahaan Milik UGM Ditunda, Ada Apa di Balik Layar? Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
Ket. Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Perusahaan yang berada dalam ekosistem Universitas Gadjah Mada (UGM), PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) harus menunda rencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Penundaan ini membuat perseroan perlu menyesuaikan kembali tahapan menuju pasar modal, sekaligus menjadi ujian bagi kesiapan perusahaan dalam memenuhi seluruh persyaratan regulator sebelum benar-benar menjadi emiten.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah menerima surat permohonan penundaan pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) dari PT Swayasa Prakasa Tbk (SWAP).

SWAP adalah anak usaha dari PT Gama Multi Usaha Mandiri (Gama Multi Group) yang merupakan perusahaan holding dan investasi milik Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Bursa telah menerima Surat Permohonan Penundaan Pelaksanaan Rencana Penawaran Umum Perdana Saham dari PT Swayasa Prakarsa Tbk tanggal 1 September 2026,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/9).

Berdasarkan surat yang diterima, Saidu menjelaskan rencana penundaan dilakukan karena sampai tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum.

Pada proses IPO, SWAP menggunakan Laporan Keuangan (LK) per 28 Februari 2026, sehingga Laporan Keuangan tersebut masa berlakunya hanya sampai 31 Agustus 2026.

"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu.

Sebelumnya, PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) mengumumkan bersiap akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia dengan target dapat menghimpun dana Rp45,22 miliar.

Dalam IPO, SWAP akan menawarkan maksimal 323 juta saham baru kepada publik atau mewakili maksimal 30,30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) di kisaran Rp130-Rp140 per saham yang dilaksanakan pada 24-27 Agustus 2026, sehingga ditargetkan dapat menghimpun dana mencapai Rp45,22 miliar.

Adapun, masa penawaran umum perdana saham dijadwalkan pada 2-8 September 2026, masa penjatahan saham pada 8 September 2026, serta distribusi saham pada 9 September 2026.

Kemudian, SWAP ditargetkan resmi mencatatkan saham perdana atau melantai di pasar modal Indonesia pada 10 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...

Ratas Pendidikan Gratis

1 jam lalu | Ones

Nasional
Ratas Pendidikan Gratis
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.