Bantuan Beras Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat Berpendapatan Rendah
📅 Selasa, 22 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menilai pemerintah tidak cukup hanya memastikan stok beras nasional aman. Menurut dia, harga yang dibayar konsumen dipengaruhi rantai pasok yang lebih kompleks, mulai dari harga gabah, biaya penggilingan, distribusi, hingga margin perdagangan.
Laporan NEXT Indonesia Center bertajuk Anomali Surplus Beras menunjukkan persoalan harga masih terjadi di sejumlah provinsi sentra produksi utama, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, dan Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data BPS 2025, keempat provinsi tersebut secara kolektif menyumbang sekitar 16,5 juta ton atau hampir separuh produksi beras nasional. Namun, menurut laporan tersebut, data September 2026 menunjukkan harga beras di daerah-daerah itu telah melampaui HET Zona 1, yakni Rp13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp14.900 per kilogram untuk beras premium.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!