Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantuan Beras Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat Berpendapatan Rendah

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bantuan Beras Jadi Penyangga Daya Beli Masyarakat Berpendapatan Rendah Doc: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ket. Warga Penerima Bantuan Pangan (PBP) antre untuk mendapatkan beras yang didistribusikan di Kelurahan Harapan Jaya, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (31/8).

Jakarta - Bantuan pangan beras dinilai dapat menjadi penyangga daya beli masyarakat berpendapatan rendah dalam jangka pendek di tengah perlambatan penjualan eceran dan tekanan harga pangan.

Lead Economist PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz mengatakan dukungan fiskal perlu diarahkan untuk menjaga daya beli rumah tangga, terutama kelompok berpendapatan rendah yang paling rentan terhadap kenaikan harga pangan.

“Dukungan fiskal menjadi semakin terarah pada daya beli rumah tangga. Perpanjangan bantuan beras menjadi penyangga utama dalam jangka pendek,” kata Irman, sebagaimana dineritakan Antara di Jakarta, Senin (21/7).

Kajian Danamon mencatat pertumbuhan penjualan eceran pada Agustus 2026 melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan, dari 1,1 persen pada Juli. Angka tersebut sejalan dengan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) yang memprakirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) Agustus tumbuh 0,5 persen secara tahunan.

“Pertumbuhan penjualan eceran melambat menjadi 0,5 persen secara tahunan pada Agustus dari 1,1 persen pada bulan sebelumnya, dengan pelemahan terutama terlihat pada konsumsi masyarakat secara massal,” ujar Irman.

Menurut dia, perlambatan tersebut menunjukkan perlunya kebijakan yang lebih terarah untuk menjaga konsumsi kelompok berpendapatan rendah ketika kenaikan harga pangan mempersempit ruang belanja rumah tangga.

“Dukungan kebijakan jangka pendek telah diarahkan untuk menjaga konsumsi kelompok berpendapatan rendah ketika tekanan harga pangan menambah tekanan terhadap permintaan domestik,” ujarnya.

Pemerintah kemudian memutuskan melanjutkan bantuan pangan beras hingga Desember 2026. Pada periode Oktober-Desember, sebanyak 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) akan memperoleh 10 kilogram beras per bulan.

Dengan perpanjangan tersebut, total alokasi bantuan pangan beras sepanjang 2026 dapat mencapai sekitar 2,6 juta ton, yang mencakup penyaluran pada Februari-Maret, Juli-September, dan Oktober-Desember.

Namun, bantuan beras hanya menjadi bantalan jangka pendek. Persoalan daya beli juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Anomali Surplus Beras

Sementara itu, Analis NEXT Indonesia Center Sandy Pramuji menilai pemerintah perlu memastikan beras tersedia dengan mutu, harga, lokasi, dan saluran distribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, penyaluran stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta intervensi distribusi perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Sementara itu, penerapan harga eceran tertinggi (HET) perlu disertai pemantauan biaya pembentukan harga mulai dari gabah hingga tingkat ritel.

"Pada saat yang sama, data beras pecah perlu dipisahkan secara lebih rinci berdasarkan wilayah, spesifikasi, volume, dan tujuan penggunaan agar perkembangan pasar konsumsi dan industri dapat dibaca secara lebih akurat," kata Sandy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...

Tiga Tentara Korsel Terluka Akibat Ledakan di DMZ

15 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiga Tentara Korsel Terluka...
Megapolitan
Kebakaran Terminal NPCT1 Ja...

Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tiongkok Depak Dua Jenderal...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.