Dari Keluarga Sepak Takraw, Sumaya Justru Bikin Gebrakan di Dunia Teqball
📅 Senin, 21 Sep 2026, 07:02 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSuka Duka
Teqball merupakan cabang olahraga yang memungkinkan atlet untuk tampil di lebih dari satu nomor. Bagi Sumaya, pengalaman bermain di nomor ganda turut membantunya dalam penguasaan lapangan. Meski begitu, perjalanannya tidak Lantas bebas dari tantangan.
Sumaya mengakui bahwa kehidupan sebagai atlet dipenuhi suka dan duka. Ada masa-masa sulit yang harus dihadapi, tetapi hal tersebut tak sedikit pun mematahkan semangatnya. Justru sebaliknya, ia menjadikan setiap hambatan sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri.
Dalam proses itu, dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesarnya. Meski terpisah jarak karena Pangkalan Nyirih merupakan wilayah kepulauan di Kabupaten Bengkalis yang jauh dari pusat latihan, komunikasi dengan orang tuanya tetap terjalin erat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap malam, Sumaya selalu menghubungi orang tuanya untuk menceritakan perkembangan latihan hingga pertandingan yang akan dihadapi. Sebelum berlaga, doa dari rumah pun selalu menjadi bagian terpenting dari persiapannya.
Setelah memastikan diri meraih medali Asian Games, tangis orang tuanya pun pecah. Tentu saja bukan tangis sedih, tapi tangis bahagia atas prestasi sang buah hati yang telah mengharumkan nama Indonesia.
Di luar arena, perjalanan Sumaya tidak hanya diisi oleh jadwal latihan yang padat. Ia juga aktif menjalani pendidikan sebagai mahasiswa program studi Administrasi Negara di Universitas Terbuka. Perkuliahan tersebut ia tempuh di sela-sela kesibukannya sebagai atlet. Beruntung, selama gelaran Asian Games, ia mendapat kelonggaran tugas perkuliahan sehingga bisa berfokus penuh pada pertandingan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Grafik prestasinya pun terus meroket. Pada PON Aceh-Sumut 2024, Sumaya berhasil menyabet emas di nomor ganda campuran dan perak di nomor tunggal putri. Berlanjut pada 2025, ia merengkuh perunggu SEA Games (ganda campuran), perunggu Teqball World Tour Bangkok (ganda putri), serta dua perak di Kejurnas Teqball (tunggal putri dan ganda campuran).
Puncaknya, sebelum bertolak ke Asian Games, Sumaya sukses mengamankan dua medali emas di Kejurnas Teqball 2026 untuk nomor tunggal putri dan ganda putri. Deretan catatan impresif inilah yang kian memantapkan keyakinannya dalam melakoni debut teqball di panggung Asian Games.
Bahkan sejak sebelum berangkat, Sumaya telah menata mentalnya dengan matang. Ia mengaku sempat menyimpan impian besar untuk membawa pulang emas, meski saat itu belum ada kepastian apakah dirinya akan terpilih masuk dalam skuad Asian Games.
Doa-doa khusus pun telah ia panjatkan demi target tersebut dan keyakinan teguh yang akhirnya berhasil menuntun langkahnya hingga ke babak final.
Melangkah ke podium
Pada babak semifinal, Sumaya sempat kehilangan momentum. Namun, tim pelatih sigap mengingatkannya untuk segera melupakan poin yang hilang dan fokus pada poin-poin berikutnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!