Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Keluarga Sepak Takraw, Sumaya Justru Bikin Gebrakan di Dunia Teqball

📅 Senin, 21 Sep 2026, 07:02 WIB | Oleh:
Dari Keluarga Sepak Takraw, Sumaya Justru Bikin Gebrakan di Dunia Teqball Doc: Antara foto
Ket. Atlet teqball Indonesia Sumaya berpose dengan medali perak seusai bertanding melawan atlet teqball Myanmar Wai Khin Hnin pada final tunggal putri teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu (20/9).

NAGOYA - Sumaya tampak berusaha tegar ketika lawannya dari Myanmar lebih dulu menyentuh poin ke-12 pada set penentuan babak puncak tunggal putri teqball Asian Games 2026.

Medali emas memang lepas. Namun, atlet berusia 21 tahun itu telah mengukir sejarah bersama teqball Indonesia.

Di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Minggu, Sumaya meraih medali perak setelah kalah dari Wai Khin Hnindalam pertandingan ketat tiga set.

Sumaya menang 12-10 pada set pertama. Myanmar kemudian bangkit dan menyamakan kedudukan. Pada set penentuan, Sumaya sempat unggul 4-1 dan kembali memimpin 7-6. Namun, Wai Khin Hnin membalikkan keadaan dan menang.

Memang hanya perak yang diraih Indonesia. Namun, hasil ini tetap istimewa karena teqball untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Games. Sumaya pun menjadi bagian dari sejarah debut cabang olahraga tersebut.

Perjalanan Sumaya menuju podium Asian Games bermula dari keluarganya yang kental dengan olahraga sepak takraw di Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Ayah dan ibunya merupakan atlet sepak takraw, bahkan sang ibu pernah menjadi atlet nasional. Tiga saudara perempuannya juga menekuni olahraga tersebut. Tak heran, sejak kecil Sumaya sudah terbiasa dengan latihan keras.

"Di rumah sudah diajarin dari kecil olahraga terus," kata Sumaya.

Lingkungan keluarga membuat olahraga menjadi bagian tak terpisahkan dari kesehariannya. Namun, Sumaya kemudian mengambil jalan yang berbeda. Ia berpindah dari sepak takraw ke teqball demi dapat berlaga di ajang multievent.

​Perpindahan tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu. Saat itu, Sumaya tidak terpilih untuk memperkuat tim sepak takraw. Ia kemudian mendapat tawaran untuk mencoba teqball dalam sebuah ajang eksibisi.

​Meski masa latihannya belum genap sebulan saat tampil dalam pertandingan pertamanya, hasilnya sungguh mengejutkan. Sumaya mampu meraih medali. Pengalaman berharga itu memantapkan langkahnya untuk terus menekuni teqball.

​Sebagai cabang olahraga yang masih berkembang, teqball memberinya ruang untuk bertumbuh lebih cepat. Dari sana, langkah Sumaya berlanjut ke berbagai kejuaraan hingga akhirnya berhasil menembus panggung Asian Games.

Pelatih tunggal putri teqball Indonesia, Benidiktus Budi Setyoko, melihat kemampuan Sumaya berkembang sangat cepat. Dasar sepak takraw yang dimilikinya membuat Sumaya lebih mudah menguasai teknik teqball.

​Awalnya, Sumaya tampil di nomor ganda campuran sebelum akhirnya diarahkan untuk memperkuat nomor tunggal putri. Beruntung, perpindahan nomor tersebut tidak menjadi hambatan berarti baginya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Pajak Kendaraan Belum Dibay...

Pramono Tawarkan 37 Proyek Mahal kepada para Wali Kota Dunia

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pramono Tawarkan 37 Proyek ...
Megapolitan
Perpanjang SIM Tak Perlu Ja...
Megapolitan
Pramono dan Wali Kota New Y...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.