Pendaki Ayah dan Anak yang Hilang di Lembah Tengkorak Berhasil Ditemukan
Sabtu, 18 Okt 2025, 21:32 WIBBandung Barat -- Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pendaki yang merupakan ayah dan anak, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di jalur pendakian Lembah Tengkorak, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (16/10).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Moch Adip menyebutkan kedua pendaki tersebut ditemukan dengan keadaan selamat pada pukul 14.50 WIB.
âSelanjutnya kedua pendaki dibawa ke puskesmas terdekat oleh pihak keluarga untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan lanjutan,â kata dia di Bandung, Jumat.
Ia menyebut kedua korban yang dilaporkan hilang itu, bernama Deden Yudi (42) dan anaknya, Zaizafan Dhiya (19).
Ia menjelaskan kedua pendaki itu diketahui berangkat melakukan aktivitas pendakian sejak Rabu (15/10), sekitar pukul 06.30 WIB dengan rencana perjalanan pergi dan pulang pada hari yang sama.
Namun, hingga Kamis (16/10) malam, keduanya tidak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga dan pengelola basecamp Lembah Tengkorak melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Selain melakukan penyisiran via darat, tim SAR juga menggunakan metode observasi visual serta pemantauan udara dengan bantuan drone UAV untuk memperluas area pengamatan di wilayah berbukit dan hutan lebat yang sulit dijangkau.
âKondisi medan cukup menantang dengan vegetasi rapat dan kontur curam, sehingga kami mengandalkan koordinasi antar-pos dan pemantauan udara untuk mempercepat proses pencarian,â kata dia.
Kisah Pencarian
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari lapangan, salah satu warga melihat Deden dan Zaizafan di Pos 2 jalur Gunung Bukittunggul.
Namun, ayah dan anak ini diketahui tak melanjutkan pendakian ke puncak dan memilih turun kembali melalui jalur tak resmi. Setelah itu, jejak mereka tidak diketahui lagi.
Menanggapi kabar Deden dan anaknya yang hilang, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan lokal bergegas melakukan pencarian di area Gunung Bukittunggul dan Lembah Tengkorak.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan tim rescue dikerahkan sejak Kamis malam untuk melakukan operasi pencarian.
Metode pencarian menggunakan pola hasty search yang berarti pemeriksaan cepat di area yang diduga kuat jadi lokasi keberadaan korban dengan fokus temuan awal seperti jejak kaki, barang tertinggal, atau tanda-tanda aktivitas manusia.
Tim Basecamp Lembah Tengkorak juga sempat ikut turun tangan dengan melakukan pencarian di jalur pendakian utama. Namun, mereka tak menemukan tanda-tanda ayah dan anak itu.
Usai ditemukan, Deden mengaku baru kali pertama mendaki Gunung Bukittunggul dan tak ada niat camping. "Saya baru pertama kali ini. Enggak niat camping, cuma hiking aja," kata dia di Lembah Tengkorak.
Dia mengatakan berangkat mendaki pagi hari dan berhasil mencapai puncak saat sore. Ketika hendak turun, di tengah perjalanan, Deden mengaku kebingungan sementara hari kian gelap.
Ia sadar tersesat di tengah hutan dan jalur yang dilewati tak sama dengan saat mendaki.
Karena niat awal hiking, Deden tak membawa perbekalan yang cukup untuk camping apalagi stok logistik sampai dua hari.
Dia dan anaknya terpaksa melewati malam hanya dengan pakaian yang melekat di badan.
Situasi terbatas itu membuat Deden teringat cara bertahan hidup yang pernah ditonton di YouTube. Hal pertama yang dilakukan adalah memastikan air untuk diminum.
"Saya juga enggak bawa tenda. Ya, saya intinya jangan sampai kehausan sama anak saya. Untuk makan, kebetulan saya pernah belajar dari YouTube (untuk bertahan hidup)," katanya.
Deden berhasil melewati malam tanpa gangguan berarti. Keesokan harinya, tim SAR gabungan berhasil menemukan Deden di lembah Gunung Pasanggrahan, cukup jauh dari gunung Bukittunggul.
"Saya juga enggak bawa tenda. Ya, saya intinya jangan sampai kehausan sama anak saya. Untuk makan, kebetulan saya pernah belajar dari YouTube (untuk bertahan hidup)," katanya.
Deden berhasil melewati malam tanpa gangguan berarti. Keesokan harinya, tim SAR gabungan berhasil menemukan Deden di lembah Gunung Pasanggrahan, cukup jauh dari gunung Bukittunggul.
Baca artikel CNN Indonesia "Fakta-fakta Ayah dan Anak hilang di Lembah Tengkorak hingga Ditemukan" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251018073610-12-1285870/fakta-fakta-ayah-dan-anak-hilang-di-lembah-tengkorak-hingga-ditemukan.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Baca artikel CNN Indonesia "Fakta-fakta Ayah dan Anak hilang di Lembah Tengkorak hingga Ditemukan" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251018073610-12-1285870/fakta-fakta-ayah-dan-anak-hilang-di-lembah-tengkorak-hingga-ditemukan.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa
-
Ghana vs Panama: Usung Misi Bangkit, Black Stars Uji Konsistensi Melawan Ambisi Los Canaleros
-
Evakuasi Pendaki Hilang di Lembah Tengkorak Sukses
-
BTR Juara MPL Indonesia S17, Hentikan Dominasi Juara Bertahan ONIC Esports
-
Alwi Juara Australian Open, Mungkin Sudah Masuk 10 Besar BWF
-
Buntut Evakuasi 8 Pendaki Wanita, TNGGP Wajibkan Pendaki Mendaftar Resmi secara Daring, Bukan via Basecamp
-
Korut Tegaskan Isu Denuklirisasi Sudah Berakhir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.