Negosiasi AS-Iran Buntu, Trump Berada di Persimpangan Keputusan Besar

Minggu, 20 Sep 2026, 16:16 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya menghadapi keputusan besar terkait masa depan konflik dengan Iran di tengah buntunya perundingan perdamaian antara kedua negara.

Pada 9 September, Trump mengatakan perang AS-Iran dapat berakhir setelah pemilu paruh waktu Kongres pada 3 November. Namun, pada Minggu, ia menyebut perdamaian dapat tercapai sebelum pemilu tersebut.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

"Saya akan menghadapi keputusan besar. Apakah saya ingin masuk dan memusnahkan mereka (Iran), atau tidak? Ini keputusan besar," kata Trump kepada Axios.

"Segalanya bisa terjadi dengan saya," tambahnya.

Menurut laporan tersebut, Trump sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan serupa, ancaman terbarunya disampaikan menjelang pertemuan dengan para pemimpin Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman di sela-sela Sidang Umum PBB.

Trump kemungkinan akan mempertimbangkan pandangan negara-negara Teluk tersebut dalam menentukan langkah Washington selanjutnya, terutama jika memilih kembali menjalankan operasi militer berskala besar.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap pihak AS dan Israel.

Setelah berbulan-bulan saling menyerang, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan Juni. Namun, serangan kembali terjadi tidak lama setelah kesepakatan tersebut.

Konflik hingga kini belum terselesaikan dan permusuhan masih sesekali kembali terjadi.

Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dengan memperbesar tekanan finansial terhadap Teheran. Ant

  • Iran
  • donald trump
  • oval office
  • Masoud Pezeshkian

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.