BI Siapkan Tiga Strategi agar UMKM Lampung Makin Berdaya Saing

Minggu, 20 Sep 2026, 16:42 WIB

Bandarlampung - Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono mengatakan bahwa pihaknya tengah mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar berkembang dalam ekosistem usaha guna memperkuat pasar produk.

"Lampung memiliki berbagai kemampuan dan keunggulan mulai dari pertanian hingga produk kreatif. Tantangan kita adalah bagaimana kekuatan tersebut terus ditransformasikan menjadi produk bernilai tambah, memperkuat rantai produksi, dan membuka kesempatan usaha baru," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono di Bandarlampung, akhir pekan lalu.

Ket. Foto: Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas A.M. Djiwandono membuka Begawi Fest Lampung 2026 di Bandarlampung, Jumat (18/9). — Sumber: Antara

Ia mengatakan dalam proses tersebut, UMKM memiliki peran yang sangat penting. Oleh karena itu untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, BI terus mendorong UMKM agar semakin produktif dan berdaya saing melalui tiga pendekatan yaitu penguatan penggolongan usaha, peningkatan kapasitas, dan yang ketiga perluasan akses pembiayaan.

Dia menjelaskan melalui penguatan penggolongan usaha, UMKM didorong untuk tidak berjalan secara individual, tetapi berkembang dalam ekosistem usaha yang lebih kuat melalui penguatan pasar, penggolongan, dan keterhubungan dengan rantai nilai yang lebih luas.

"Kedua melalui peningkatan kapasitas, Bank Indonesia mendorong UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk atau layanan usaha, kemampuan manajerial, serta kesiapan memasuki pasar yang lebih luas termasuk pasar global," katanya.

Menurut dia, kebijakan tersebut dilakukan dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, dengan fokus penguatan pada komoditas serta produk unggulan daerah dalam program pangan unggulan seperti pisang, kopi, dan wastra, dan sektor pangan lainnya.

"Ketiga melalui penguatan akses pembiayaan. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan industri keuangan agar UMKM memiliki akses terhadap sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan usahanya. Artinya, UMKM perlu semakin terhubung, semakin kuat kapasitas usahanya, dan semakin mudah memperoleh pembiayaan," tambahnya.

Ia mengatakan pengembangan UMKM juga harus berjalan bersama digitalisasi. Menurut Thomas, digitalisasi bukan semata-mata mengganti transaksi tunai menjadi digital.

"Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi membuat UMKM lebih efisien, menjangkau pasar yang lebih luas, dan terhubung dengan ekosistem ekonomi yang lebih besar. QRIS menjadi salah satu pintu masuknya," ujar dia.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.