Tekan Harga, Bulog Malang Siap Perluas Penyaluran Beras Premium

Jumat, 18 Sep 2026, 16:09 WIB

MALANG– Perum Bulog Cabang Malang menyatakan kesiapan memperluas penyaluran beras premium hingga ke ritel modern untuk menekan kenaikan harga pada komoditas tersebut.

Kepala Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat(08/9), mengatakan pada tahap awal telah mengirimkan sebanyak 10 ton beras premium ke Pasar Bunulrejo, Kota Malang.

Ket. Foto: Kepala Perum Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman meninjau tahap awal penyaluran beras premium ke Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026). — Sumber: ANTARA

"Nanti ada droping lanjutan sampai ke ritel modern, karena ada kenaikan harga beras premium sehingga kami turun dan sudah memantau droping yang di Pasar Bunulrejo. Pantauan terakhir di pasar ini harga sudah Rp16.600 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi Rp14.900 per kilogram," kata Nurjualiansyah.

Ia menyampaikan distribusi beras lanjutan menyasar seluruh pasar tradisional dan ritel modern di wilayah kerja perusahaan, yakni Malang Raya dan Pasuruan Raya.

"Produksinya Bulog sendiri, ini dari Sentra Penggilingan Padi (SPP) Magetan," ucapnya.

Dia memperkirakan total alokasi yang sedang disiapkan untuk dua wilayah aglomerasi tersebut mencapai 500 ton beras premium.

Meski demikian, pihaknya belum melakukan penghitungan terkait jumlah beras premium yang akan didistribusikan ke masing-masing daerah di Malang Raya dan Pasuruan Raya.

"Belum kami ploting (jumlah alokasi per daerah) tetapi nanti insya Allah 500 ton, pendistribusian sampai Desember," ujarnya.

Nurjuliansyah mengatakan penyebab kenaikan harga beras premium dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya kemarau yang dibarengi munculnya El Nino sampai belum berlangsungnya masa panen kedua.

"Harga gabah mulai naik, itu jadi faktor kenaikannya," ucap dia.

Sementara itu, salah satu pedagang beras di Pasar Bunulrejo, Supriono, menyatakan, suplai beras premium yang telah diterima merupakan sebuah terobosan dari Bulog, pasalnya komoditas itu sudah sulit ditemui dan mengalami kenaikan harga selama sekitar satu bulan ke belakang.

"Berasnya baru jadi perkenalan dulu hari ini di pasar, kami coba mempromosikan satu sampai minggu ke depan kepada pembeli. Harganya Rp148 ribu untuk 10 kilogram," kata dia.

Selama harga mengalami peningkatan, kata dia. masyarakat dikatakannya cenderung menahan diri untuk membeli beras premium dan memilih menghabiskan stok yang tersisa di rumah.

"Kalau untuk konsumsi rumah tangga ibu-ibu tetap memilih premium, sedangkan beras SPHP ada pasarnya sendiri untuk pedagang makanan sama UMKM," kata dia.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.