Tanah Papua, Kata Kemenang, Perlu Kerukunan Umat Beragama agara Damai, Memang Ada Konflik Agama?

Jumat, 18 Sep 2026, 12:03 WIB

JAYAPURA – Tanah Papua sepertinya yang ada penyerangan-penyerangan oleh KKB, dan tidak terdengar adanya tidak ada kerukunan beragama.

Namun, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua menyebut kerukunan umat beragama menjadi salah satu kunci dalam menjaga perdamaian dan kehidupan masyarakat yang harmonis di Tanah Papua.

Ket. Foto: damai selalu papua — Sumber: ist

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kemenag Papua, Sarono, di Jayapura, Jumat, mengatakan upaya menjaga perdamaian perlu dibangun dengan mengedepankan kepentingan kemanusiaan serta memperkuat hubungan antar-elemen masyarakat.

“Program sebaik apapun harus berlandaskan pada kepentingan kemanusiaan. Karena itu peningkatan kerukunan umat beragama menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama,” katanya.

Menurut Sarono, kerukunan tidak hanya berkaitan dengan hubungan antar-umat beragama, tetapi juga menjadi landasan untuk membangun komunikasi dan kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan di Papua.

"Pada Kamis (17/9) kami melakukan dialog perdamaian dengan melibatkan seluruh tokoh agama, pemerintah, lembaga masyarakat sipil, akademisi, tokoh adat, dan elemen lainnya, dimana hal ini sangat perlu dilakukan guna terus menjaga kerukunan umat beragama Papua," ujarnya.

Melalui dialog, lanjutnya, berbagai gagasan dapat dipertemukan sehingga diharapkan dapat melahirkan solusi bersama terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di Papua.

"Perbedaan latar belakang maupun pandangan di tengah masyarakat merupakan bagian dari keberagaman yang perlu dikelola melalui komunikasi dan sikap saling menghormati," kata Sarono.

Dia menambahkan ketika kerukunan terus diperkuat, maka masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan, memperkuat persaudaraan, dan menyelesaikan persoalan kemanusiaan secara bersama-sama.

"Kami berharap upaya membangun kerukunan tidak berhenti pada forum dialog, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja sama dan langkah konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ucap Sarono.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.