Indonesia Mendorong Persatuan Ekonomi Asean Hadapi Instabilitas Global

Jumat, 18 Sep 2026, 11:41 WIB

JAKARTA – Dalam pertemuan para pejabat tinggi Asean di Manila Indonesia mendorong persatuan ekonomi. Indonesia diwakili Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri. Dia akan menghadiri Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Ministers/AEM) di Manila, Filipina, yang pembahasannya berfokus percepatan integrasi ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, pertemuan AEM tahun ini berlangsung pada momen penting bagi ASEAN, di tengah upaya kawasan ini menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik yang kompleks serta menyelesaikan tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2026-2030.

Ket. Foto: ekonomi asean — Sumber: ant

"ASEAN bersatu dalam menghadapi tantangan geoekonomi masa kini yang kian meningkat, persaingan kekuatan besar, meningkatnya proteksionisme, volatilitas energi, dan gangguan rantai pasok. Tantangan-tantangan ini tidak hanya mengancam pertumbuhan kita, tetapi juga stabilitas dan keamanan perekonomian kita," ujar Roro sebagai alternate AEM Indonesia.

Berbagai agenda ekonomi regional akan didiskusikan dalam pertemuan AEM kali ini. Pertemuan AEM ke-58 di bawah Keketuaan Filipina mengusung tema "Navigating Our Future, Together" yang berlangsung pada 19-22 September 2026.

Roro menjelaskan pertemuan ini akan meninjau kemajuan berbagai prioritas ekonomi utama, mengukuhkan keputusan yang telah dicapai, dan memajukan agenda integrasi ekonomi ASEAN, termasuk melalui konsultasi dengan mitra dialog guna memperkuat hubungan ekonomi eksternal serta mendorong kerja sama yang saling menguntungkan.

Roro diagendakan menghadiri rangkaian pertemuan dalam AEM tahun ini, di antaranya ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) Council ke-40; Business Dialogue on ASEAN’s Digital Economy 2026; dan Pertemuan Tingkat Menteri Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-5.

Selain itu, Roro juga akan melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan negara-negara mitra, seperti Rusia, China, Inggris, dan Kanada serta pertemuan konsultasi AEM dengan para mitra strategis ASEAN.

Roro mengatakan untuk menjaga masa depan, ASEAN harus bertindak dengan tekad kolektif. Kekuatan ASEAN terletak pada persatuan dan kemampuan untuk merespons secara tegas sebagai satu komunitas.

"Dengan bertindak secara kolektif, ASEAN akan memperkuat arsitektur keamanan ekonominya, memastikan kawasan kita tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal dan berdaya saing dalam ekonomi global," kata Roro.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.