- Home
-
- Megapolitan
-
- IPA Hutan Kota Dihentikan,...
IPA Hutan Kota Dihentikan, PAM JAYA Siapkan Kompensasi untuk 44.872 Pelanggan
Jumat, 18 Sep 2026, 13:25 WIBJAKARTA - PAM JAYA memastikan ketersediaan suplai air secara keseluruhan tetap terkelola meski terjadi gangguan pada salah satu sumber air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hutan Kota. Perusahaan melakukan penyesuaian pola operasi dan realokasi suplai dari instalasi serta sumber air lainnya untuk menjaga keberlangsungan layanan kepada pelanggan.
Direktur Operasional PAM JAYA Syahrul Hasan mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi air baku. Hal itu disampaikan Syahrul dalam konferensi pers Peningkatan Pelayanan Pelanggan PAM JAYA di kantor PAM JAYA, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
"Ini adalah bagian dari komitmen kami kepada pelanggan PAM JAYA bahwa kami tetap memberikan value yang positif terkait kondisi ini," kata Syahrul.
IPA Hutan Kota dikelola oleh PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) dan telah terlibat sejak pembangunan hingga pengoperasian instalasi tersebut. Dalam skema penyediaan air minum curah, JUP bertugas mengelola dan memproduksi air hasil pengolahan, sedangkan PAM JAYA menjadi pihak yang membeli air tersebut untuk kemudian disalurkan kepada pelanggan.
Sumber air baku IPA Hutan Kota berasal dari Kali Angke yang saat ini mengalami penurunan debit. Kondisi muka air sungai yang rendah menyebabkan intrusi air laut sehingga memengaruhi kualitas air baku yang digunakan untuk proses pengolahan.
Melihat kondisi tersebut, PAM JAYA meminta JUP menghentikan operasi IPA Hutan Kota sejak 15 September 2026. Penghentian dilakukan sebagai langkah untuk mencegah kondisi air baku yang tidak memenuhi kualitas berdampak terhadap layanan air kepada masyarakat.
Direktur Teknik PAM JAYA Akhmad Santika mengatakan kandungan Total Dissolved Solids atau TDS pada air baku mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan PAM JAYA dalam meminta penghentian sementara operasi IPA Hutan Kota.
"Karena dalam kurun waktu 1-2 minggu ke belakang, kandungan Total Dissolved Solids (TDS) naik mencapai 10.000 ppm, sementara berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023, batas TDS air bersih berkualitas sebesar 300 ppm, sehingga kami minta JUP untuk stop operasi," kata Akhmad.
Untuk mengantisipasi dampak penghentian IPA Hutan Kota, PAM JAYA melakukan realokasi suplai dari instalasi dan sumber air lainnya. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan sistem distribusi sekaligus mengoptimalkan kapasitas air baku yang masih tersedia.
Sebagai konsekuensi dari realokasi dan perubahan pola operasi, sejumlah wilayah akan mengalami penyesuaian layanan air sementara selama proses mitigasi. PAM JAYA menyebut proses realokasi berlangsung maksimal 2x24 jam terhitung sejak Jumat (18/9/2026).
PAM JAYA juga menyiapkan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak sesuai Surat Keputusan Direksi PAM JAYA Nomor 264 Tahun 2026 tentang Pemberian Kompensasi kepada Pelanggan atas Gangguan Pelayanan PAM JAYA. Kompensasi tersebut diberikan kepada pelanggan reguler kelas 2A1 atau Rumah Tangga Sangat Sederhana dan 2A2 atau Rumah Tangga Sederhana yang berada di area terdampak.
Besaran kompensasi ditetapkan sebesar 10 persen dari nilai tagihan pelanggan, dengan nilai minimum Rp10.000 dan maksimum Rp50.000. Potongan tersebut akan diperhitungkan secara otomatis pada tagihan bulan berikutnya sehingga pelanggan tidak perlu mengajukan klaim secara terpisah.
Total kompensasi yang disiapkan PAM JAYA mencapai Rp555 juta untuk 44.872 pelanggan yang tersebar di 10 kelurahan. Wilayah terdampak meliputi Kapuk Muara, Kamal Muara, Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Rawa Buaya, Kalideres, Pegadungan, Tegal Alur, Duri Kosambi, dan Kamal.
Selain kompensasi, PAM JAYA menyediakan 72 mobil tangki air secara gratis untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Pelanggan yang membutuhkan layanan air melalui mobil tangki dapat menghubungi layanan PAM JAYA di nomor 1500223 selama 24 jam.
"Bagi yang juga membutuhkan dapat menghubungi 1500223 selama 24 jam," kata VP Commercial dan Marketing Strategy PAM JAYA Irene Putri.
Di tengah gangguan pada IPA Hutan Kota, PAM JAYA memastikan kondisi suplai air secara keseluruhan masih aman. Sebagian besar pasokan air baku Jakarta saat ini bersumber dari Waduk Jatiluhur, sementara kondisi sistem distribusi terus dipantau untuk memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.
PAM JAYA juga memperlihatkan kondisi distribusi air secara langsung melalui Integrated Command Centre setelah konferensi pers. Sistem tersebut memungkinkan perusahaan memantau secara waktu nyata jumlah air yang didistribusikan ke berbagai wilayah di DKI Jakarta.
"Kita bisa lihat secara real time berapa jumlah air yang kami distribusikan air ke seluruh DKI Jakarta. Jadi Insyaa Allah ya teman-teman semua, kondisi yang lain Insya Allah aman," kata Santika.
Selain melakukan penyesuaian operasi, PAM JAYA terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait upaya rekayasa cuaca untuk mendukung peningkatan ketersediaan air baku. Pola operasi dan distribusi akan terus disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan agar layanan air minum kepada masyarakat tetap berjalan.
- Hutan Kota
- Pemprov DKI Jakarta
- air laut
- PAM Jaya
- Kali Angke
- Air Bersih
- waduk jatiluhur
- Suplai Air
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Batal Rilis 26 Agustus, Ini Rincian Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai yang Disempurnakan
-
58 Rig PDSI Siap Jadi "National Drilling Champion", Kunci Ketahanan Energi RI
-
Ye Live in Jakarta 2026, Pemprov DKI Siapkan Transportasi hingga Pengamanan
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
"Jakarta One Running Series 2026" Hadir di 5 Titik Kota Jakarta, Simak Rangkaian Acaranya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.