Kawasan Industri Buluminung Disiapkan Topang IKN

Kamis, 17 Sep 2026, 03:27 WIB

Penajam Paser Utara - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyiapkan sekitar 9.000 hektare lahan untuk Kawasan Industri Buluminung (KIB) sebagai penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara Ade Rianto Embong Bulan mengatakan KIB disiapkan untuk menopang perkembangan IKN sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kawasan Industri Buluminung (KIB) disiapkan untuk menopang IKN,” ujar Ade ketika ditemui di Penajam, Rabu (16/9).

Ket. Foto: Pintu Gerbang Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. — Sumber: Antara

Menurut dia, pengembangan KIB disusun sesuai konsep pengembangan wilayah secara keseluruhan dan selaras dengan konsep pengembangan wilayah IKN. Dengan demikian, keberadaan kawasan industri tersebut diharapkan dapat membuat Kabupaten Penajam Paser Utara berkembang seiring dengan pertumbuhan ibu kota baru Indonesia.

“Kawasan Industri Buluminung sudah ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) 2024-2044 kabupaten,” katanya. “Lahan yang disiapkan itu di dalamnya, termasuk kawasan Pelabuhan Benuo Taka milik pemerintah kabupaten,” tambahnya.

Sejumlah perusahaan telah beroperasi di KIB, di antaranya Sagara Grup yang bergerak di bidang jasa pemeliharaan kapal, PT Waskita Karya, serta Pelabuhan Penajam Banua Taka milik Astra Infra Port East Kalimantan (Eastkal).

Selain perusahaan yang telah beroperasi, sejumlah investor juga menyatakan minat untuk menanamkan modal di kawasan tersebut. Salah satunya berasal dari sektor pengolahan logam yang berencana membangun pabrik.

Ade mengatakan investor tersebut telah melakukan analisis terhadap lokasi yang akan digunakan di KIB. Pemerintah kabupaten juga melakukan penataan kawasan dengan menyesuaikan kebutuhan investasi dan kondisi lahan, luas kawasan, keberadaan permukiman, serta tahapan produksi yang akan dilakukan. Pemerintah daerah juga memberikan kemudahan dalam proses perizinan guna mendukung masuknya investasi ke kawasan tersebut.

Sementara itu, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor mengatakan pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkan investasi, terutama karena daerah tersebut berstatus sebagai penyangga sekaligus mitra IKN. “Pemerintah kabupaten terus berupaya meningkatkan investasi, apalagi sekarang sebagai daerah penyangga dan mitra IKN,” ujar Mudyat.

Ia menyebutkan target investasi Kabupaten Penajam Paser Utara pada 2024 sebesar Rp2,5 triliun, dengan realisasi mencapai Rp3,7 triliun atau 145 persen dari target. Pada 2025, realisasi investasi mencapai Rp1,7 triliun atau 33 persen dari target sebesar Rp4,7 triliun. Ant/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.