GOW Tanah Laut Perkuat Peran Ibu Cegah Bahaya Kelistrikan di Rumah

Kamis, 17 Sep 2026, 06:00 WIB

TANAH LAUT - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat peran perempuan dalam mencegah risiko kecelakaan dan kebakaran akibat kelistrikan rumah tangga melalui penerapan kebiasaan aman mulai dari lingkungan keluarga.

Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut Wiwi Zazuli di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Rabu, mengatakan pemahaman mengenai penggunaan listrik secara aman penting dimiliki setiap keluarga karena listrik telah menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari.

Ket. Foto: Pencegahan bahaya kelistrikan di Tanah Laut, Kalsel. — Sumber: antara foto

Menurut dia, risiko seperti korsleting hingga sengatan listrik dapat diminimalkan apabila masyarakat memahami cara menggunakan peralatan listrik secara benar dan membiasakan pemeriksaan kondisi instalasi di rumah.

“Listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari, namun di balik manfaatnya terdapat risiko seperti korsleting dan sengatan listrik yang perlu diantisipasi dengan pengetahuan serta kebiasaan yang benar,” katanya.

Dia mengajak perempuan, khususnya para ibu, menjadi pelopor keselamatan kelistrikan karena aktivitas keluarga di dalam rumah tidak terlepas dari penggunaan berbagai peralatan listrik.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan berstandar SNI, tidak menumpuk beban pada satu sumber listrik, serta memeriksa kondisi instalasi rumah secara berkala untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

“Para ibu dapat menjadi pelopor keselamatan kelistrikan dengan membiasakan penggunaan peralatan berstandar SNI dan menghindari penumpukan beban listrik,” ujarnya.

Wiwi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan gangguan kelistrikan secara sembarangan karena tindakan tanpa pengetahuan yang memadai dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Apabila terjadi gangguan, masyarakat diminta memanfaatkan layanan resmi PLN sehingga penanganan dilakukan oleh petugas yang memiliki kewenangan dan kompetensi, sekaligus menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan penghuni rumah.

“Kami mengajak seluruh perempuan untuk ikut mengedukasi keluarga dan masyarakat agar budaya keselamatan serta keamanan kelistrikan semakin luas diterapkan,” katanya.

Ia berharap, pengetahuan tersebut tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga pencegahan bahaya kelistrikan menjadi kebiasaan bersama untuk mewujudkan hunian yang aman, nyaman, dan sejahtera.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.