BMKG: Di Pulau Sumatera Terdeteksi Lonjakan 5.983 Titik Panas

Rabu, 16 Sep 2026, 12:33 WIB

PEKANBARU – Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi lonjakan 5.983 titik panas di Pulau Sumatera,dengan Sumatera Selatan sebagai wilayah paling tinggi yakni mencapai 4.169 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 07.00 WIB, Selasa (16/9) pagi. Selain Sumatera Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi terpantau di Jambi sebanyak 735 titik, Bangka Belitung (446), Lampung (378), Riau (115) serta Bengkulu 74 titik.

Ket. Foto: Kondisi Kota Pekanbaru yang diselimuti kabut asap diduga akibat kebakaran hutan dan lahan di Pulau Sumatera. — Sumber: ANTARA

"Adapun wilayah Sumatera lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara (14), serta Kepulauan Riau (5), dan Aceh (1)," katanya di Pekanbaru, Rabu.

Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 84 titik. Berikutnya, Kabupaten Indragiri Hilir terpantau 16 titik, Kuantan Singingi (6), Pelalawan (5), Rokan Hilir (2), serta Dumai dan Rokan Hulu masing-masing satu titik.

Kondisi titik panas tersebut juga disertai dengan jarak pandang yang terbatas di sejumlah wilayah Riau akibat asap. Jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat masing-masing tercatat sekitar tiga kilometer dengan asap.

"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer dengan asap" jelas Putri.

BMKG juga mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Provinsi Riau merupakan kiriman dari dampak kebakaran hutan dan lahan di Selatan Sumatera. Fenomena tersebut terjadi akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono.

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.