127 UMKM Setu Babakan Ditawarkan Relokasi

Selasa, 06 Okt 2026, 15:39 WIB

JAKARTA -- Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menawarkan sejumlah lokasi binaan kepada sekitar 127 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa.

"Penataan kawasan ini memang mengembalikan fungsi kawasan Setu Babakan sebagai wisata alam dan budaya," kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Pelaku UMKM yang terdampak penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, melakukan pembongkaran kios secara mandiri, Senin (5/10). — Sumber: ANTARA/HO-Satpol PP Jakarta Selatan

Dia mengatakan relokasi itu ditawarkan sebagai bagian dari penataan kawasan Setu Babakan untuk mengembalikan fungsi kawasan sebagai destinasi wisata alam dan budaya.

Pengelola Setu Babakan, kata Djaharuddin, bersama dengan kelurahan dan kecamatan telah menyosialisasikan penataan kawasan tersebut kepada para pedagang serta menyiapkan lokasi khusus bagi pelaku UMKM.

Namun, menurut dia, kapasitas lokasi yang disiapkan di dalam kawasan Setu Babakan terbatas, sehingga tidak seluruh UMKM dapat tertampung.

"Kalau enggak salah, yang bisa ditampung hanya sekitar 63 UMKM," ujar Djaharuddin.

Bagi pelaku usaha lainnya, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan menawarkan sejumlah lokasi binaan yang tersedia di wilayah Jakarta Selatan, salah satunya di Pasar Minggu.

Djaharuddin menuturkan pedagang dapat memilih lokasi yang telah disiapkan, antara lain pasar lokasi binaan (lokbin), lokasi sementara (loksem), maupun lokasi yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

"Kita punya tiga lokasi binaan pasar dan 42 lokasi sementara (loksem). Tapi, loksem ini harus khusus untuk makanan, minuman, kuliner," tutur Djaharuddin.

Dia pun menilai relokasi merupakan tantangan tersendiri karena sebagian besar pedagang telah memiliki konsumen di sekitar Setu Babakan sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan omzet setelah berpindah lokasi.

"Memang, mereka itu konsumennya rata-rata ada di sekitar situ. Jadinya, mereka agak berat meninggalkan titik awal dagang itu," ungkap Djaharuddin.

Sebelumnya, pada Senin (5/10), puluhan pedagang di bantaran timur Setu Babakan membongkar kios secara mandiri setelah menerima Surat Peringatan (SP) 1 dan SP2 dengan pendekatan persuasif oleh petugas terkait. 

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.