Rupiah Rentan Tertekan - 15 September 2026

Selasa, 15 Sep 2026, 08:20 WIB

JAKARTA – Rupiah masih rentan tertekan karena keti­dakpastian global beriringan dengan meningkatnya risiko persepsi pasar terhadap sta­bilitas kebijakan fiskal.

Pergan­tian Menteri Keuangan yang terjadi dua kali dalam setahun terakhir berpotensi memicu kehati-hatian investor, teruta­ma jika pasar menilai transisi tersebut dapat memengaruhi konsistensi pengelolaan APBN dan kredibilitas fiskal.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Ber­jangka Ibrahim Assuab meli­hat perubahan posisi Menkeu secara mendadak dari Purba­ya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara dapat meningkatkan kekhawatiran investor asing terhadap kesinambungan ke­bijakan anggaran pemerintah.

Kondisi tersebut menjadi per­hatian pasar, terutama setelah sebelumnya terdapat sejumlah perubahan terhadap asumsi anggaran pemerintah.

Karenanya, Ibrahim mem­proyeksikan kurs rupiah ter­hadap dollar AS dalam per­dagangan di pasar uang antarbank, Selasa (15/9), ber­gerak di kisaran 17.660-17.710 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, nilai tukar ru­piah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Senin (14/9) bergerak melemah 58 poin atau 0,33 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.669 ru­piah per dollar AS.

“Pelemahan rupiah dipengaruhi kenaikan Consumer Price Index (CPI) AS,” ujar Ibrahim

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.