Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Korban Kekerasan Tembus 1.900 Orang, Sumut Siapkan Benteng Hukum Baru Lindungi Perempuan & Anak

1 Selasa, 15 Sep 2026, 01:56 WIB | Oleh:
Korban Kekerasan Tembus 1.900 Orang, Sumut Siapkan Benteng Hukum Baru Lindungi Perempuan & Anak Korban Kekerasan Tembus 1.900 Orang, Sumut Siapkan Benteng Hukum Baru Lindungi Perempuan & Anak Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Sumut
Ket. Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya.

MEDAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang merupakan isu dunia internasional.

"SKB (Surat Keputusan Bersama) ini menjadi payung hukum, dan landasan regulasi dalam perencanaan," ujar Wakil Gubernur Sumut Surya seusai menyaksikan penandatanganan SKB Tiga Menteri tentang Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Kantor Gubernur Sumut, Senin.

Selain itu, lanjut dia, SKB tiga menteri tentang Ruang Bersama Indonesia ini juga untuk pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sumatera Utara.

Data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) pada 2025, tercatat, sebanyak 1.975 perempuan dan anak di Sumatera Utara menjadi korban kekerasan.

Angka tersebut mengalami peningkatan apabila dibandingkan pada 2024 yang berjumlah 1.822 korban.

Dari total korban kekerasan pada 2025, sebanyak 68,8 persen di antaranya merupakan anak-anak dengan rincian 905 anak perempuan, 455 anak laki-laki, dan 615 perempuan dewasa.

Penandatanganan SKB Tiga Menteri tentang RBI ini dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Choiri Fauzi, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

"SKB tersebut menjadi penganggaran program perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa/kelurahan secara nasional," ujar Surya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri tentang Ruang Bersama Indonesia guna pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Masalah perlindungan perempuan juga menjadi isu nasional, di PBB juga menjadi isu utama. Indonesia dalam berbagai visi dan misi Bapak Presiden juga menekankan dan mengutamakan masalah perlindungan perempuan dan anak," ucap Tito.

Seluruh pemerintah daerah di Indonesia diharapkan memasukkan program Ruang Bersama Indonesia dalam program kerja pada 2027, jelas Tito.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

BMKG: Jakarta Diprediksi Akan Hujan pada Minggu Sore

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.