Indonesia Berhenti Impor Beras, Ketua Komisi VI DPR Ungkap Prestasi Besar

Selasa, 15 Sep 2026, 05:08 WIB

JAKARTA - Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini menilai keberhasilan Indonesia menghentikan impor beras menjadi prestasi luar biasa setelah sebelumnya kebutuhan nasional masih dipenuhi melalui pasokan dari luar negeri.

Anggia mengatakan kondisi tersebut menunjukkan perubahan besar dalam tata kelola pangan nasional karena pemerintah mampu memenuhi kebutuhan beras sekaligus memperkuat penyerapan hasil produksi petani dalam negeri.

Ket. Foto: Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini dalam kunjungan di Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Bulog di Jakarta, Senin (14/9). — Sumber: Antara foto

"Ini menarik sekali ya karena kebutuhan beras itu dari beberapa waktu yang lalu sebelum hari ini, kita selalu impor. Selalu impor. Hanya mulai 2025 tidak impor, 2026 tidak impor. Ini prestasi yang luar biasa menurut saya," kata Anggia dalam kunjungan kerja di Kantor Perum Bulog Jakarta, Senin.

Menurut Anggia, Indonesia masih melakukan impor beras pada 2024 dengan jumlah sekitar 2 juta ton, kemudian mulai beralih memperkuat produksi nasional hingga tidak melakukan impor pada 2025 hingga saat ini.

Capaian tersebut, kata dia, menjadi bukti bahwa kebijakan penyerapan hasil panen petani berjalan baik karena beras produksi dalam negeri semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Karena 2024 seingat saya masih 2 juta kalau enggak salah (impor beras). Masih impor dan kalau hari ini tidak impor. (Tetapi) menyerap (hasil produksi) petani, menyerap hasil para petani, itu luar biasa," ujar Anggia.

Anggia menilai keberhasilan tidak melakukan impor beras perlu dipertahankan sebagai momentum memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pengelolaan cadangan beras dan dukungan berkelanjutan kepada petani agar terus meningkatkan produksi.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog hingga saat ini mencapai 4,7 juta ton per 14 September 2026.

Rizal menyebutkan jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan stok sebelumnya yang berada pada kisaran 5,4 juta ton karena adanya penyaluran berbagai program pangan pemerintah sepanjang tahun berjalan.

"Total stoknya beras Bulog sekarang yang ada di gudang sudah turun, yang kemarin 5,4 juta ton, sekarang tinggal 4,722 juta ton. Kenapa angkanya jadi turun? Karena sudah banyak yang didistribusikan," kata Rizal.

Diketahui, selain beras, Indonesia saat ini sudah mencapai swasembada jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, petani, penyuluh, serta seluruh pemangku kepentingan pertanian.

“Ini luar biasa. Alhamdulillah dari 11 komoditas strategis ada delapan yang sudah swasembada,” kata Amran di Jakarta, Selasa (1/9).

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.