Destinasi Lintas Batas, Temajuk Siap Jadi Magnet Wisatawan RI-Malaysia

Senin, 14 Sep 2026, 22:35 WIB

PONTIANAK – Pengembangan destinasi wisata lintas batas Indonesia-Malaysia menjadi peluang strategis untuk menggerakkan ekonomi kawasan perbatasan yang selama ini belum sepenuhnya tergarap.

Integrasi destinasi, konektivitas, dan promosi pariwisata kedua negara tidak hanya berpotensi meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi UMKM dan masyarakat lokal untuk menikmati manfaat ekonomi.

Ket. Foto: Kawasan wisata pantai Teluk Atong Bahari memiliki potensi wisata lintas batas Indonesia-Malaysia yang terus di kenbangkan oleh Pemkab Sambas. — Sumber: ANTARA/Rendra Oxtora.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas menilai Temajuk memiliki peluang besar dikembangkan menjadi destinasi wisata lintas batas Indonesia-Malaysia, seiring rencana penguatan konektivitas kawasan perbatasan.

"Temajuk sangat dimungkinkan menjadi wisata lintas batas atau antarnegara. Walaupun mungkin karakter masyarakatnya hampir sama, dari sisi budaya, alam dan produk-produknya ada perbedaan yang bisa dijadikan sebuah paket wisata," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas Dedy Zulkarnaen.

Dalam keterangan yang diterima di Pontianak, Senin (14/9), Dedy mengatakan Temajuk memiliki karakter wisata perbatasan yang berbeda karena menawarkan perpaduan wisata laut dan darat dengan lingkungan alam yang masih asri.

Menurut Dedy, keberadaan Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk-Telok Melano dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan konsep Cross-Border Tourism dengan kawasan Telok Melano, Sarawak, Malaysia.

Peluang tersebut semakin terbuka karena tren wisata perbatasan atau Border Experience mulai berkembang. Temajuk dapat menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang ingin menikmati destinasi alam sekaligus merasakan kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan.

Ia mengatakan paket wisata yang dikembangkan nantinya tidak harus berfokus pada satu jenis atraksi. Kombinasi ekowisata, wisata bahari, wisata alam, gastronomi, budaya, dan religi dinilai lebih potensial untuk memperpanjang lama kunjungan wisatawan.

Salah satu daya tarik yang dapat dikembangkan adalah ekowisata penyu. Kekayaan alam yang masih terjaga menjadi modal penting untuk membangun citra Temajuk sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata berbasis lingkungan.

Dedy mengatakan peluang pasar wisatawan Malaysia juga cukup besar. Saat ini, meski belum ada pembicaraan khusus antara pemerintah Indonesia dan Malaysia mengenai paket wisata Temajuk-Telok Melano, sejumlah biro perjalanan telah menawarkan paket perjalanan Indonesia-Malaysia.

Namun, pengembangan Temajuk sebagai destinasi lintas negara masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah. Infrastruktur, ketersediaan listrik, jaringan telekomunikasi, amenitas, dan kualitas sumber daya manusia menjadi beberapa kebutuhan yang harus diperkuat.

"Untuk saat ini kendalanya antara lain infrastruktur, listrik, telekomunikasi, amenitas dan peningkatan SDM," ujar dia.

Dari sisi kunjungan, aktivitas wisata di Temajuk saat ini belum berlangsung secara signifikan sepanjang waktu. Jumlah wisatawan cenderung meningkat pada akhir pekan dan periode libur panjang sehingga pengembangan fasilitas perlu disiapkan untuk mengantisipasi pertumbuhan kunjungan.

Dedy menilai kesiapan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi. Pelaku usaha lokal perlu diperkuat dari sisi pelayanan, kemampuan berkomunikasi dengan wisatawan asing, pengelolaan usaha, serta pemahaman terhadap standar pelayanan pariwisata.

"Dengan penguatan konektivitas perbatasan dan dukungan pemerintah, Temajuk diharapkan tidak hanya menjadi tujuan wisata domestik, tetapi berkembang sebagai pintu pengalaman wisata lintas negara yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Sarawak," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.