Pertamina Ajak Masyarakat Awasi Penyaluran BBM Subsidi di Tengah Dampak El Nino

Jumat, 11 Sep 2026, 00:40 WIB

CILACAP - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi guna mencegah praktik pemborongan dan penjualan kembali oleh oknum tidak bertanggung jawab di tengah bencana kekeringan, Kamis (10/9).

“Harapannya, kita sama-sama mengawasi. Menggunakan BBM secara bijak, hemat,” ujar Roberth ketika ditemui di sela-sela temu media di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis.

Ket. Foto: Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun memberi keterangan ketika ditemui di sela-sela temu media di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (10/9). — Sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri

Pernyataan tersebut terkait dengan penyaluran BBM yang terkendala oleh sungai surut di Kalimantan.

Roberth meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan situasi jalur sungai yang kering untuk kepentingan pribadi.

“Jangan memanfaatkan dengan misalnya, jalur sungainya kering, kemudian terjadi pembelian berulang di SPBU, kemudian dijual kembali dengan harga mahal,” ucap Roberth.

Praktik tersebut, tutur Roberth, sangat disayangkan oleh Pertamina sebab masyarakat telah kesulitan saat berhadapan dengan El Nino, namun dipersulit oleh oknum-oknum ketika membutuhkan energi.

“Ini kami sangat menyayangkan, bagaimana masyarakat sudah berhadapan dengan El Nino, mereka butuh energi, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan,” ujar Roberth.

Roberth menjelaskan keringnya sungai akibat kemarau ekstrem merupakan force majeure atau kondisi kahar.

Pengiriman BBM yang biasanya menggunakan jalur kapal, tutur Roberth, terpengaruh oleh kondisi tersebut.

Oleh karena itu, Pertamina menyalurkan BBM menggunakan mobil tangki akibat surutnya sungai di Kalimantan.

“Kami harus melakukan yang namanya contingency plan. Yang sebelumnya disalurkan melalui kapal, maka harus disalurkan melalui mobil tangki,” ujar Roberth.

Debit air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat mengalami penyusutan drastis dan mengering di beberapa titik akibat musim kemarau panjang.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengidentifikasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kalimantan disebabkan oleh sungai yang surut, sehingga menjadi kendala bagi kapal distribusi energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan permasalahan tersebut telah dimitigasi dengan memperbanyak truk-truk pengiriman BBM yang menggunakan jalur darat.

Akan tetapi, ia mengakui volume angkut truk pengiriman BBM itu tidak sebesar angkutan sungai.

  • pertamina patra niaga
  • bbm bersubsidi
  • distribusi bbm kalimantan
  • sungai kapuas mengering

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.