Papua Dorong Kakao Berkelanjutan, Ekonomi Keluarga Ikut Tumbuh

Jumat, 11 Sep 2026, 18:25 WIB

JAYAPURA – Pengembangan kakao berbasis potensi lokal menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.

Ketersediaan lahan, karakteristik lingkungan, serta pengetahuan petani dapat menjadi modal utama untuk menghasilkan kakao yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Ket. Foto: Ilustrasi - Komoditas kakao Indonesia. — Sumber: Antara/ Dok LPEI

Dengan dukungan teknologi, pengolahan pascapanen, dan akses pasar yang lebih luas, kakao tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Wakil Gubernur (Wagub) Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen berharap Program Kakao Berkelanjutan CARE Papua bersama Pemerintah Britania Raya dapat mendorong peningkatan ekonomi keluarga melalui pengembangan kakao berbasis potensi lokal.

"Pada Rabu (9/9) kami melakukan kerja sama dengan Pemerintah Britania Raya ditandai dengan peluncuran peta jalan kakao berkelanjutan di Kabupaten Jayapura," kata Aryoko, di Jayapura, Jumat (11/9).

Menurut Aryoko, program tersebut menjadi langkah nyata untuk membangun ekosistem perkebunan kakao yang berdaya saing sekaligus tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

"Kami berharap ke depan program ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian masyarakat, tetapi terus dilanjutkan dan diperluas ke kabupaten-kabupaten lain yang menjadi sentra pengembangan kakao di Papua," ujarnya.

Dia menjelaskan kemitraan tersebut memiliki dampak strategis bagi pembangunan daerah, karena tidak hanya berfokus pada komoditas kakao, tetapi juga memberdayakan masyarakat kampung sebagai pelaku utama pembangunan.

"Kehadiran fasilitas pendukung seperti unit pembibitan kakao dan rumah pengeringan biji kakao di tingkat kampung membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru sekaligus mendorong peremajaan kebun milik masyarakat," katanya lagi.

Dia menambahkan untuk itu dengan adanya program tersebut bukan sekadar tentang kakao, tetapi tentang membangun harapan, meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka peluang usaha, dan memastikan masyarakat kampung menjadi pemegang peran utama di daerahnya sendiri.

"Penguatan sektor pertanian berbasis potensi lokal sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua 2025–2029 untuk mewujudkan Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan bernilai tambah," ujarnya.

Pihaknya memberikan mengapresiasi dukungan Pemerintah Britania Raya dan mitra internasional dalam pembangunan hijau, mitigasi perubahan iklim, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pendidikan di Tanah Papua.

"Pembangunan Papua tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Kemitraan yang setara dan saling menghormati antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta mitra internasional menjadi kunci utama untuk mempercepat terwujudnya Papua yang maju dan lestari," katanya pula.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.