Karhutla Mengganas di Kalsel, 360 Hektare Berhasil Ditangani BPBD
Jumat, 11 Sep 2026, 05:55 WIBBANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan bersama unsur lain berhasil menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekitar 360 hektare pada Kamis (10/9) yang terdeteksi pada 30 titik api baru melalui patroli di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra di Banjarbaru, Kamis, mengatakan titik api baru tersebut memiliki karakter berbeda dengan kawasan Ring 1 yang didominasi lahan gambut karena sebagian berada pada lahan material atau lahan padat.
âNamun titik api ini berbeda dengan titik api yang berada di kawasan Ring 1 yaitu lahan gambut,â ujarnya.
Menurut dia, kebakaran pada lahan mineral atau lahan padat relatif tidak terlalu sulit dipadamkan dibandingkan kebakaran di lahan gambut yang dapat menyimpan sumber panas di bawah permukaan dan tetap mengeluarkan asap.
âSecara umum kondisi karhutla di Kalimantan Selatan relatif dapat dikendalikan, meskipun masih terdapat sejumlah titik yang mengeluarkan asap sehingga petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk mencegah api berkembang,â katanya.
Ronny menegaskan petugas tidak boleh lengah terhadap kemunculan titik api baru karena kondisi lapangan masih berpotensi memicu perluasan kebakaran, terutama pada kawasan yang mengalami kekeringan dan keterbatasan sumber air.
Dalam penanganan hari ini, dia menyebutkan sekitar 80 hektare lahan gambut masih menjadi perhatian karena belum padam sepenuhnya sehingga membutuhkan penanganan lebih lama dibandingkan titik api pada lahan mineral.
Dia mengatakan penanganan karhutla dilakukan dengan berbagai cara sesuai karakteristik lahan, sementara keselamatan dan kesehatan petugas tetap menjadi perhatian agar upaya pemadaman dapat berlangsung secara optimal di lapangan.
âWakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Selatan hari ini turut mengapresiasi upaya dan kerja keras petugas. Wapres juga mengingatkan seluruh unsur agar tetap menjaga kewaspadaan terhadap kemunculan titik api baru,â ujar Ronny.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Satu Rumah di Bangka Tengah Terkena Dampak Karhutla
-
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
-
Darurat Kebakaran Hutan, DPR Desak Kemenkeu Cairkan Anggaran Rp290 Miliar untuk Tangani Karhutla
-
Karhutla Meluas, BMKG Deteksi Lonjakan 2.671 Titik Panas di Sumatera
-
Karhutla Tak Kunjung Padam, MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.