Harga Rumah di Balikpapan Makin Mahal! BI Ungkap Kenaikan pada Triwulan II 2026

Jumat, 11 Sep 2026, 04:38 WIB

BALIKPAPAN - Bank Indonesia (BI) Balikpapan mencatat harga rumah baru di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mengalami kenaikan pada triwulan II 2026, dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) berada di angka 107,58 atau tumbuh 1,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

"Kenaikan harga ini utamanya dipicu oleh penyesuaian biaya bahan bangunan serta kenaikan upah tenaga kerja yang harus ditanggung oleh pihak pengembang," kata Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi di Balikpapan, Kamis.

Ket. Foto: Pengedara motor melintas di depan ruko-ruko yang baru dikembangkan. Harga properti komersial seperti rumah toko atau rumah kantor cenderung terus naik. — Sumber: Antara foto

Berdasarkan tipe properti, rumah tipe menengah mencatat kenaikan harga sebesar 0,46 persen (yoy).

Sementara itu, rumah tipe besar melonjak 2,02 persen (yoy) dan rumah tipe kecil naik 1,71 persen (yoy), meskipun laju kenaikan kedua tipe terakhir ini melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Dari sisi volume transaksi, penjualan rumah baru pada triwulan II 2026 mencapai 75 unit dari total 30 pengembang yang disurvei, atau naik tipis dibandingkan triwulan I 2026 yang membukukan 72 unit.

Meski membaik secara kuartalan, penjualan secara tahunan sebenarnya masih terkontraksi sebesar 50,66 persen (yoy).

Namun, angka defisit ini menyusut dibandingkan triwulan sebelumnya yang sempat anjlok hingga 55,56 persen.

Secara rinci, penjualan rumah tipe kecil terkoreksi 53,57 persen (yoy), membaik dari triwulan sebelumnya yang minus 66,97 persen. Penjualan rumah tipe besar juga turun 38,46 persen (yoy), lebih landai dari kuartal lalu yang minus 40,63 persen.

Sebaliknya, penurunan tajam justru terjadi pada rumah tipe menengah yang penjualannya merosot dari minus 19,05 persen menjadi minus 52,38 persen (yoy).

"Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pasar. Konsumen saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam berbelanja properti dan lebih memilih unit hunian yang benar-benar sesuai dengan anggaran mereka," ujar Robi.

Jika menilik data secara kuartalan (quarter-to-quarter/qtq), penjualan rumah tipe kecil tumbuh 8,3 persen dan tipe menengah melesat 17,6 persen. Adapun tipe besar masih terkontraksi 15,8 persen (qtq), membaik dari triwulan sebelumnya yang minus 29,6 persen.

Dalam hal pembiayaan, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi instrumen utama yang mendominasi transaksi sebesar 72 persen.

Diikuti oleh metode tunai bertahap sebesar 24 persen dan tunai keras sebanyak 4 persen. Total penyaluran KPR di Balikpapan kini menembus Rp5,01 triliun dengan kualitas kredit (NPL) yang tetap sehat dan terjaga.

Sementara itu untuk segmen properti komersial seperti ruko, toko, hotel, dan perkantoran, indeks harga relatif stabil di angka 105,70 atau hanya terkoreksi tipis 0,02 persen (yoy).

Komoditas toko mencatatkan kenaikan harga berskala kecil, sedangkan sektor perhotelan mengalami penurunan yang kian melandai.

Bank Indonesia menilai denyut nadi aktivitas industri, masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta penyelesaian proyek pengembangan kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Pertamina Balikpapan menjadi stimulus kuat yang menopang permintaan properti komersial.

Prospek sektor real estat di kawasan ini diproyeksikan tetap cerah seiring berjalannya proyek hilirisasi dan operasional sejumlah industri baru.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.