BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem saat Peralihan Musim di Jawa Tengah
Kamis, 01 Okt 2026, 09:07 WIBCILACAP â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, selama masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan yang diprakirakan berlangsung pertengahan Oktober hingga November 2026.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis (01/10), mengatakan masa transisi tersebut berpotensi ditandai hujan lebat, disertai petir dan angin kencang hingga puting beliung.
"Pada saat musim transisi atau peralihan, cuaca buruk berpotensi terjadi, seperti hujan lebat disertai petir, hujan lebat disertai angin kencang, serta adanya angin puting beliung yang bisa berdampak terhadap terjadinya bencana hidrometeorologi," katanya.
Ia mengatakan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena tanah, terutama di wilayah dataran tinggi, sebelumnya berada dalam kondisi cukup kering akibat musim kemarau.
"Kondisi tanah yang tadinya cukup kering akibat kemarau di dataran tinggi akan bisa berbahaya apabila terkena hujan dan bisa berakibat terjadinya tanah longsor," katanya.
Teguh mengatakan berdasarkan prakiraan BMKG, awal musim hujan tahun 2026 di wilayah Jateng bagian selatan umumnya terjadi pada dasarian II November hingga dasarian I Desember atau mundur dari kondisi normal.
Ia mencontohkan awal musim hujan tahun 2026 di Kabupaten Cilacap diprakirakan mengalami kemunduran antara dua hingga lebih dari tiga dasarian atau sekitar 20-30 hari dibandingkan kondisi normal.
Berdasarkan prakiraan BMKG tersebut, sifat musim hujan di sebagian besar wilayah Cilacap diprakirakan normal, sedangkan Cilacap bagian timur diprakirakan mengalami musim hujan dengan sifat di bawah normal.
âPuncak musim hujan di Kabupaten Cilacap diprakirakan terjadi pada Januari dan Februari 2027,â katanya.
Teguh memprakirakan wilayah Cilacap bagian timur, tenggara, dan pesisir tenggara mengalami puncak musim hujan pada Januari, sedangkan wilayah bagian selatan, tengah, timur laut, dan barat laut pada Februari 2027.
Selain itu, kata dia, durasi musim hujan diprakirakan berlangsung selama 12-17 dasarian atau lebih pendek tiga dasarian hingga lebih dari tiga dasarian dibandingkan kondisi normal.
âKami mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan cuaca selama masa peralihan, terutama terhadap potensi hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,â kata Teguh.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG prediksi cuaca ekstrem dampak awan Cumulonimbus
-
Garuda Muda Wajib Menang Atas Filipina di SEA Games 2025
-
Pemprov DKI Siaga Hadapi Cuaca Panas Ekstrem, Ini yang Dilakukan
-
Gubernur Pramono Targetkan Kafilah DKI Juara 1 MTQ Nasional 2026 di Semarang
-
Peternak Minta Telur Bebek Masuk Program Gizi Nasional! Komisi IX DPR Siap Kawal
-
Shai Gilgeous-Alexander Kembali Raih Gelar MVP NBA 2025-2026
-
Ditahan Imbang Parma 2-2, AC Milan Tertahan di Peringkat Kedua Klasemen Liga Italia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.