Batang Dorong Budi Daya Ikan Nila Jadi Ladang Bisnis Baru

Jumat, 11 Sep 2026, 18:40 WIB

BATANG – Budi daya ikan nila terus berkembang sebagai salah satu peluang usaha perikanan yang menjanjikan bagi masyarakat.

Permintaan pasar yang relatif luas menjadi modal penting untuk mendorong pengembangan komoditas ini, namun produktivitas dan kualitas hasil panen tetap perlu diperkuat.

Ket. Foto: Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggandeng Universitas Pekalongan memberikan bantuan ikan nila kepada pelau usaha budi daya ikan di Batang, Kamis (10/9/2036). — Sumber: ANTARA/Kutnadi

Penerapan teknik budi daya yang tepat, pengelolaan pakan, kualitas air, serta pemanfaatan potensi lokal menjadi kunci agar usaha ikan nila semakin efisien dan mampu meningkatkan pendapatan pembudi daya.

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggandeng Universitas Pekalongan menggerakkan pengembangan budi daya ikan nila merah sebagai peluang bisnis dan pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batang Budhi Santoso di Batang, Jumat, mengatakan bahwa pengembangan budi daya ikan ini dilakukan dengan memperkuat pendampingan teknis kepada pembudidaya.

"Kami mendorong para pelaku usaha budi daya ikan nila untuk meningkatkan kualitas produksi agar mampu memenuhi standar mutu dan kebutuhan konsumen. Sebagai bentuk dukungan kepada pembudidaya, kami juga salurkan bantuan 2.000 ikan nila," katanya.

Ia menilai budi daya ikan air tawar ini memiliki prospek cukup menjanjikan untuk dikembangkan sebagai peluang usaha sekaligus memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga melibatkan Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan bersama penyuluh perikanan di lapangan untuk diberikan pendampingan.

"Kerja sama dengan Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan ini untuk membantu pendampingan dan pembinaan teknis di lapangan bersama penyuluh perikanan sebelum pemberian dan penebaran benih ikan air tawar," katanya.

Sementara itu, Petugas Penyuluh Lapangan Agung Prasojo mengatakan bantuan benih ikan nilai tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan budi daya ikan air tawar di masyarakat.

"Bantuan 2.000 benih ikan nilai ini kami berikan untuk pembudidaya ikan untuk dikembangkan agar bisa menjadi peluang bisnis," katanya.

Pelaku usaha budi daya ikan nila Ipong Danuri mengatakan ikan nila merah cukup diminati konsumen sehingga memiliki prospek bagus untuk dikembangkan dan peluang bisnis.

"Di daerah ini, jenis ikan ini sangat disukai konsumen dan memiliki nilai jual lebih dan mudah pemasarannya," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.