Wapres Gibran Bertemu Lima Tim Mahasiswa ITB, Dorong Inovasi Berdampak Luas.

Kamis, 10 Sep 2026, 12:33 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakababuming bertemu dengan lima tim mahasiswa dan dosen dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendorong semakin banyak inovasi yang dapat berdampak dan dimanfaatkan lebih luas.

Menurut keterangan diterima di Jakarta, Kamis, Wapres Gibran menerima audiensi lima tim mahasiswa dan dosen ITB di Istana Wapres pada Rabu (9/9) dan menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi karya mahasiswa yang berpotensi menjawab kebutuhan nyata di berbagai sektor.

Ket. Foto: Wapres Gibran Rakabuming (kiri) mendengarkan penjelasan terkait inovasi mahasiswa ITB dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (9/9). — Sumber: Antara Foto

Dosen Teknik Fisika Fakultas Teknologi Industri ITB Augie Widyotriatmo yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan bahwa Wapres memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi yang dipresentasikan para mahasiswa.

"Mahasiswa-mahasiswa di sini memberikan paparan terkait dengan inovasi yang telah dikembangkan di Institut Teknologi Bandung, dan Pak Wapres sangat mengapresiasi inovasi yang sudah dikembangkan," ujar Augie.

Menurut Augie, Wapres juga mendorong agar inovasi yang telah dikembangkan mahasiswa tidak berhenti pada tahap riset dan pengembangan, tetapi dapat terus ditingkatkan hingga memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas.

"Arahan dari Pak Wapres untuk terus dikembangkan dan Pak Wapres tetap akan mendukung dengan memberikan akses kepada industri berkaitan," katanya.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus Wapres adalah Eaglesense, sebuah teknologi yang berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pemantauan lingkungan, termasuk untuk mendeteksi perubahan kualitas udara akibat paparan asap yang dapat menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Perwakilan Tim Eaglesense, Jhon Chritabel Fausta Silalahi, memaparkan bahwa inovasinya mengintegrasikan drone dan kitbox sensor yang dilengkapi sejumlah perangkat untuk mengukur kualitas udara.

Data yang diperoleh kemudian diproses dan dikirimkan secara langsung ke sistem basis data untuk ditampilkan melalui dasbor pemantauan.

Pemanfaatan drone memungkinkan pengumpulan data kualitas udara dilakukan pada area yang lebih luas dan sulit dijangkau, sementara sistem sensor dan dasbor memberikan gambaran kondisi kualitas udara secara lebih cepat.

Pengembangan lebih lanjut terhadap teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemantauan lingkungan serta mendukung upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan.

Selain Eaglesense, empat tim lainnya juga turut mempresentasikan inovasi yang dikembangkan dari berbagai bidang keilmuan.

Intv-ML memanfaatkan machine learning untuk menentukan sumur minyak yang optimal untuk dilakukan well intervention.

Sementara itu, Concorde Systems mengembangkan sistem manajemen terkomputerisasi untuk pemeliharaan aset dan peralatan berat.

Di bidang lainnya, SIGAP merupakan kendaraan darat tanpa awak yang dikembangkan sebagai platform modular untuk berbagai fungsi, mulai dari pemeliharaan green space dengan modul potong rumput hingga pengembangan modul sprayer pupuk dan NPK sensor sebagai nilai tambah produk.

Adapun Noah AI dikembangkan untuk memprediksi dan memitigasi bencana banjir.

Dengan pengembangan lebih lanjut dan konektivitas dengan dunia industri, teknologi seperti Eaglesense diharapkan dapat terus disempurnakan sehingga memberikan kontribusi nyata dalam pemantauan kualitas udara dan mendukung upaya deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.