• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tren Susu Nabati Berkemban...

Tren Susu Nabati Berkembang, Pilihan Rasa Makin Menjadi Pertimbangan

Kamis, 10 Sep 2026, 19:45 WIB

JAKARTA — Pilihan susu berbasis nabati (plant-based) yang tersedia di pasaran semakin beragam. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan kandungan nutrisi, tetapi juga karakter rasa dan cara mengonsumsi produk tersebut dalam keseharian.

Hal tersebut tercermin dalam survei Jakpat bertajuk Consumer Perspectives on Dairy Products and Alternatives. Survei yang dilakukan secara online melalui aplikasi Jakpat pada 6–7 September 2024 itu melibatkan 1.238 responden untuk mengetahui pandangan konsumen terhadap produk susu, produk turunannya, serta alternatif susu.

Ket. Foto: Produk susu berbasis nabati. Survei Jakpat menunjukkan rasa dan kandungan nutrisi menjadi pertimbangan utama konsumen dalam memilih susu nabati. — Sumber: Arummi

Dalam survei tersebut, sebanyak 61 persen dari 1.238 responden menyatakan mengonsumsi susu nabati. Dari kelompok responden yang mengonsumsi susu nabati tersebut, preferensi rasa dan kandungan nutrisi menjadi dua alasan utama, masing-masing disebut oleh 38 persen responden. Dengan demikian, angka 38 persen tersebut merujuk pada kelompok konsumen susu nabati, bukan keseluruhan responden survei.

Jakpat juga mencatat bahwa responden dalam survei terdiri atas 52 persen laki-laki dan 48 persen perempuan. Sebaran responden mencakup Pulau Jawa sebesar 46 persen, wilayah sekitar Jakarta 37 persen, dan luar Pulau Jawa 17 persen. Berdasarkan generasi, responden terdiri atas 44 persen milenial, 39 persen Gen Z, dan 16 persen Gen X. Jakpat menyebut survei tersebut memiliki margin of error di bawah 5 persen.

Temuan itu menunjukkan bahwa dalam memilih susu nabati, konsumen tidak hanya mempertimbangkan aspek nutrisi. Rasa juga menjadi salah satu pertimbangan utama, sehingga karakter produk dan pengalaman ketika mengonsumsinya turut menjadi bagian dari preferensi konsumen.

Arummi, yang memperkenalkan produk susu kacang mede buatan lokal di Indonesia, menghadirkan tiga varian dengan karakter rasa berbeda, yakni Classic, Chocolate, dan Barista.

Commercial Director Arummi, Syahnadiaz Sikar, mengatakan bahwa perbedaan selera konsumen menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan produk susu berbasis nabati.

“Kami melihat setiap orang punya pertimbangan dan selera yang berbeda ketika memilih susu plant-based, dan rasa menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman tersebut,” ujar Syahnadiaz dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, karakter rasa yang sesuai dengan selera dapat membuat konsumsi susu berbasis nabati lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

“Melalui Arummi, kami menghadirkan susu kacang mede dengan karakter yang creamy dan lezat, sehingga masyarakat bisa menemukan pilihan plant-based yang benar-benar sesuai dengan selera dan nyaman untuk dinikmati sehari-hari,” katanya.

Tiga Karakter Rasa

Ketiga varian susu kacang mede tersebut memiliki karakter yang berbeda. Varian Classic menawarkan rasa yang ringan dan lembut sehingga dapat dikonsumsi secara langsung maupun dipadukan dengan menu sarapan seperti sereal dan granola.

Sementara itu, varian Chocolate menggabungkan tekstur creamy dari susu kacang mede dengan rasa cokelat. Produk ini dapat dikonsumsi dalam kondisi dingin maupun dipadukan dengan makanan ringan.

Adapun varian Barista memiliki karakter light plain taste yang ditujukan untuk penggunaan dalam berbagai racikan minuman. Karakter rasa yang relatif ringan membuatnya dapat dipadukan dengan kopi maupun matcha tanpa terlalu mendominasi rasa utama minuman.

Pengguna dapat mengolahnya menjadi minuman seperti iced latte, hot latte, atau matcha latte. Tekstur creamy dari susu kacang mede kemudian memberikan karakter berbeda pada minuman yang dibuat.

Keragaman cara konsumsi tersebut menunjukkan bahwa susu nabati tidak hanya digunakan sebagai minuman yang dikonsumsi secara langsung. Produk berbasis nabati juga dapat digunakan sebagai bagian dari menu sarapan, camilan, maupun bahan dalam berbagai racikan makanan dan minuman.

Dari sisi kandungan, Arummi menyebut produknya diperkaya kalsium serta vitamin B2, B9, B12, D, dan E. Produk tersebut juga mengandung tembaga alami yang berasal dari kacang mede.

Arummi tersedia dalam kemasan 200 mililiter dan 1 liter. Kemasan 200 mililiter dipasarkan melalui Alfamart dengan harga Rp9.900, sedangkan ukuran 1 liter ditujukan untuk konsumsi di rumah maupun digunakan sebagai bahan berbagai kreasi makanan dan minuman.

Meningkatnya variasi produk susu berbasis nabati pada akhirnya memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Selain mempertimbangkan kebutuhan nutrisi, karakter rasa, tekstur, serta fleksibilitas penggunaan menjadi bagian dari pengalaman ketika memilih produk yang akan dikonsumsi sehari-hari.

  • nutrisi
  • Gaya Hidup
  • Susu Nabati
  • kesehatan
  • survei konsumen
  • Tren Minuman 2026
  • Arummi Cashew Milk
  • Susu plant-based
  • Susu kacang mede
  • Cashew milk
  • Arummi
  • Jakpat
  • Preferensi konsumen
  • Minuman nabati
  • Tren makanan
  • Pangan nabati

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.