Terjawab! Ini Alasan Pemkot Ngebut Bangun Sodetan di Ring Road Puri Kembangan

Kamis, 01 Okt 2026, 00:18 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat mempercepat pembangunan sodetan di Jalan Outer Ring Road, Puri Kembangan, sebagai upaya mengatasi genangan di sekitar kolong tol lampu merah Puri Kembangan.

Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah menyebut sodetan tersebut akan menghubungkan saluran dari kawasan Jalan Outer Ring Road menuju Kali Angke, yang ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.

Ket. Foto: Progres pembangunan sodetan di Jalan Outer Ring Road, Puri Kembangan, sebagai upaya mengatasi genangan yang selama ini terjadi di sekitar kolong tol Traffic Light (TL) Puri Kembangan, Rabu (30/9). — Sumber: Antara foto/HO Pemkot Jakbar

“Beberapa hal masih perlu kita koordinasikan, termasuk dengan Pemerintah Provinsi (DKI Jakarta) agar pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan rencana,” kata Iin saat meninjau pembangunan sodetan di Puri Kembangan, Jakarta Barat, Rabu.

Menurut Iin, pembangunan sodetan terbagi dalam empat area dengan total panjang sekitar 1.050 meter.

Iin merinci Sudin Sumber Daya Air Jakarta Barat telah menyelesaikan sebagian pekerjaan sepanjang 350 meter dan dilanjutkan dengan kolaborasi pihak swasta.

“Pekerjaan kemudian dilanjutkan melalui kolaborasi dengan tiga pengembang. PT Pilar akan mengerjakan sepanjang 207,5 meter, PT Citra Abadi Makmur (CAM) sepanjang 211 meter dan PT Pulau Intan sepanjang 275 meter,” kata Iin.

Iin berharap sodetan tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi risiko genangan, terutama akibat luapan Kali Angke yang selama ini belum memiliki saluran penghubung yang optimal menuju badan kali.

“Harapannya kita target selesai sebelum akhir Desember 2026. Ini menjadi salah satu solusi untuk mitigasi banjir dan genangan, karena luapan Kali Angke selama ini belum memiliki saluran atau sodetan yang menuju ke Kali Angke,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat Mustajab menjelaskan pekerjaan proyek yang memiliki total panjang sekitar 1.050 meter itu dibagi antara pemerintah dan tiga pengembang.

Menurut Mustajab, pemerintah berada di segmen awal atau profil 0 hingga 9, sedangkan segmen profil 9 hingga 24 dikerjakan oleh tiga pengembang.

“Pada bagian yang dikerjakan Sudin SDA, saluran menggunakan boks konstruksi berukuran sekitar 2x2 meter dengan kedalaman mencapai 5 hingga 6 meter,” katanya.

Menurut Mustajab, di bagian paling hilir dengan elevasi yang cukup dalam, aliran air pada titik tersebut tidak seluruhnya dapat mengandalkan gravitasi.

Air nantinya akan diarahkan ke kolam olakan dan dipompa ketika volume air meningkat.

“Sementara itu, segmen yang dikerjakan oleh tiga pengembang menggunakan boks konstruksi dengan ukuran sekitar 1,6 meter,” imbuhnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.