- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pengunjuk Rasa Desak Korse...
Pengunjuk Rasa Desak Korsel Tak Terlibat Perang Melawan Iran
Kamis, 10 Sep 2026, 02:45 WIBSEOUL - Puluhan warga Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (9/9) mendesak pemerintah untuk tidak mengerahkan pasukan ke Selat Hormuz yang strategis, mengecam apa yang mereka sebut sebagai perang ilegal Amerika Serikat (AS).
Para pengunjuk rasa yang melakukan aksinya di seberang kompleks Kedutaan Besar AS di Seoul itu mengacungkan spanduk bertuliskan "Jangan bergabung dalam perang agresi" sementara para pemimpin mereka menyuarakan kontribusi bagi keamanan di jalur perairan tersebut.
Sebelumnya Presiden AS, Donald Trump, telah menekan sekutunya, Korsel, untuk membantu dalam perang di Timur Tengah, yang menyebabkan Iran menguasai selat yang merupakan kunci bagi pasokan minyak global.
"Kita tidak bisa mengirim generasi muda kita ke lautan kematian!" teriak para demonstran, yang berjumlah sekitar 60 orang menurut perkiraan AFP, di tangga luar Pusat Seni Pertunjukan Sejong di Seoul.
Protes itu terjadi sehari setelah otoritas pertahanan Korsel mengatakan mereka telah mengirim misi pencarian fakta ke Timur Tengah untuk menilai situasi di Hormuz, sambil menekankan bahwa belum ada keputusan yang dibuat mengenai pengerahan pasukan apa pun.Â
âMisi tersebut berangkat menuju Uni Emirat Arab pada akhir pekan untuk melakukan survei di kawasan tersebut,â demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Korsel pada Selasa (8/9).
âTim investigasi tengah menilai kondisi di sejumlah lokasi yang menjadi kandidat penempatan pasukan Korsel jika mereka nantinya dikirim ke kawasan tersebut,â imbuh kementerian itu.
Namun seorang pejabat kementerian itu dengan hati-hati menambahkan bahwa investigasi yang sedang berlangsung tidak berarti sudah ada rencana untuk mengirim pasukan.
Tim tersebut diperkirakan kembali paling cepat pada pekan ini dan akan menyampaikan hasil temuannya kepada Dewan Keamanan Nasional Korsel.
Korsel pada Jumat (4/9) lalu mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan kontribusi bagi upaya keamanan AS di sepanjang selat tersebut, dengan syarat kesiapan militer mereka sendiri tidak terganggu.
Peringatan Iran
Iran telah memperingatkan bahwa pengerahan pasukan Korsel apa pun akan dianggap sebagai dukungan langsung kepada pihak yang bertanggung jawab atas agresi tersebut dan akan memiliki konsekuensi serius.
Jung Kyung-jik dari kelompok sipil Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi Partisipatif mengatakan kepada AFP bahwa ia memahami sudut pandang Teheran. "Seperti yang telah dikatakan Iran, pengerahan pasukan kami ke wilayah tersebut sama saja dengan partisipasi langsung dalam perang ilegal," kata dia.
"Telah terjadi banyak pelanggaran hukum internasional yang timbul dari serangan AS terhadap Iran, termasuk pemboman sebuah sekolah dasar dan infrastruktur energi," imbuh dia.
Trump kesulitan mendapatkan bantuan dari sekutu dalam perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran enam bulan lalu dan sejak itu menemui jalan buntu.
Iran mempertahankan kendali penuh atas selat strategis tersebut, yang merupakan jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang, dan Washington DC telah menekan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Choi Young-ok, seorang anggota dari Solidaritas Perdamaian Korea untuk Kedaulatan dan Reunifikasi, memperingatkan bahwa pengerahan pasukan pasti akan menyebabkan korban jiwa.
"Mengirim pasukan kita ke perang ilegal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat tidak dapat diterima," kata dia."Tidak ada alasan bagi kita untuk mengirim pasukan ketika tidak ada negara lain yang melakukan hal itu atau mengatakan akan melakukannya," tegas dia.
Jika Seoul mengerahkan angkatan bersenjata ke selat tersebut, hal itu memerlukan persetujuan parlemen melalui suara mayoritas di Majelis Nasional. AFP/KBS/I-1
- Unjuk Rasa
- Aksi Demonstrasi
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP, Berbagai Sumber
Berita Terkait:
-
Presiden Trump Optimistis Pembicaraan Damai AS-Iran Kian Dekat
-
Rencana Demo di Jakarta 27 Agustus. Ada Kubu Siapa Saja dan Apa Misinya ?
-
Sikat Habis Pejabat Nakal! Kemenag Sumut Copot 30 Lebih Kepala KUA
-
Bukan Lagi Penjaga Rak Buku! Ini 5 Peran Baru Pustakawan di Era AI & Hoaks
-
Stasiun Rangkasbitung Relatif Aman meski Ada Aksi Demo di Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.