Usai Bulu Tangkis, Indonesia Buru Emas dari Panjat Tebing
Rabu, 30 Sep 2026, 06:37 WIBNAGOYA - Setelah bulu tangkis kembali meraih medali emas, harapan Indonesia untuk menambah koleksi juara di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kini bertumpu pada cabang olahraga panjat tebing. Nomor speed putra dan putri menjadi tumpuan utama Merah Putih untuk meraih emas.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) membidik dua hingga tiga medali emas. Target tersebut terutama diharapkan datang dari nomor speed perorangan, sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama Indonesia di pentas internasional.
Sinyal positif sudah ditunjukkan sektor putri. Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil impresif pada kualifikasi, Selasa (29/9), dengan membukukan waktu tercepat 6,29 detik. Catatan itu mengantarnya ke babak utama sekaligus mempertegas status Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama nomor speed.
Langkah Desak diikuti Berthdigna Devi Surya Kusuma. Berthdigna mencatat waktu 6,49 detik untuk menempati posisi kelima kualifikasi. Dua wakil Indonesia pun memastikan tempat di babak berikutnya dengan membawa modal kecepatan yang menjanjikan.
Di sektor putra, sorotan tertuju kepada Veddriq Leonardo. Peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu menjadi salah satu andalan utama Indonesia. Pengalaman menghadapi persaingan kelas dunia menjadi modal Veddriq untuk kembali memburu podium tertinggi.
Panjat tebing Asian Games kali ini menghadirkan tantangan tersendiri. Enam nomor dipertandingkan secara individual tanpa nomor relay. Artinya, peluang medali sepenuhnya bergantung pada kemampuan masing-masing atlet menjaga konsentrasi sejak babak awal hingga penentuan.
Di nomor speed, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. False start, kehilangan pijakan, atau keterlambatan sepersekian detik dapat mengakhiri perjuangan seorang atlet. Tekanan mental menjadi bagian tak terpisahkan dari pertarungan di lintasan vertikal setinggi 15 meter tersebut.
Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama speed. Eksplosivitas dan kemampuan menaklukkan lintasan dalam waktu singkat menjadi senjata Merah Putih. Namun, persaingan tetap ketat karena Tiongkok menjadi salah satu rival utama, sementara tuan rumah Jepang memiliki kekuatan besar pada nomor boulder dan lead.
Kekuatan Jepang terlihat pada nomor boulder putra. Dua wakil Indonesia, Raviandi Ramadhan dan Ravianto Ramadhan, belum mampu menembus delapan besar. Raviandi finis di posisi kesembilan, sedangkan Ravianto berada di urutan ke-12.
Tim panjat tebing Indonesia juga datang dengan kepercayaan diri setelah meraih emas nomor speed relay campuran pada World Climbing Series Guiyang 2026. Meskipun nomor relay tidak dipertandingkan di Asian Games Aichi-Nagoya, hasil itu menjadi bekal penting sebelum menghadapi persaingan individu.
Harapan terhadap panjat tebing semakin besar setelah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin lebih dulu mempersembahkan emas dari ganda putra bulu tangkis. Dalam final, Selasa (29/9), Leo/Daniel menundukkan pasangan Tiongkok Liang Weikeng/Wang Chang melalui pertarungan tiga gim, 19-21, 21-13, 21-18.
Daniel mengakui komunikasi dan saling mengingatkan menjadi kunci kebangkitan mereka setelah kehilangan gim pertama. âKalau enggak sekarang kapan lagi,â ujar Daniel seusai pertandingan.
Emas tersebut menjadi yang ketiga bagi Indonesia di Asian Games 2026 setelah diraih dari bulu tangkis beregu putra dan angkat besi. Hingga Selasa malam, Indonesia mengoleksi 30 medali, terdiri atas tiga emas, tujuh perak, dan 20 perunggu, sekaligus berada di peringkat ke-15 klasemen sementara.
Kini, giliran panjat tebing meneruskan momentum. Nomor speed putra akan memasuki persaingan utama pada Kamis (1/10), setelah kualifikasi digelar sehari sebelumnya. Nomor lead kemudian berlanjut hingga Sabtu (3/10). ben/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Kembangkan Desa Kreatif, Aceh Timur Ajukan Rp500 Juta ke Kemenekraf
-
Alarm Kredit UMKM! Tumbuh Cuma 1 Persen, Ekonom Ungkap Masalah Struktural yang Menghambat
-
BPBD Kalbar hadapi kendala tangani karhutla dua kabupaten
-
Pelaku Usaha Boga Bahari Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun di Jepang
-
Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.