Lima Bayi Orangutan Ditemukan di Hutan India, Diselundupkan dari Indonesia?

Kamis, 10 Sep 2026, 11:09 WIB

NEW DELHI - Lima bayi orangutan ditemukan di sebuah hutan di India, mendorong pihak berwenang setempat untuk menyelidiki apakah mereka diselundupkan dari Asia Tenggara ke negara itu.

Orangutan, yang hanya berasal dari pulau Kalimantan dan Sumatera, ditemukan di distrik Balasore, negara bagian Odisha, ribuan kilometer jauhnya dari habitat alami mereka.

Ket. Foto: Para pejabat India menyelamatkan lima bayi orangutan di hutan bagian timur pada tanggal 8 September. Pihak berwenang menduga kera langka tersebut diselundupkan ke India dari Asia Tenggara. — Sumber: AFP/Odisha Forest Dept.

Menteri Lingkungan Hidup Odisha, Ram Singh Khuntia, mengatakan para penyelidik satwa liar sedang berupaya untuk mengetahui bagaimana kera langka itu sampai ke India.

“Kami menduga mungkin ada jaringan internasional yang terlibat dalam hal ini,” kata Singh kepada kantor berita IANS.

Perdagangan komersial internasional orangutan dilarang berdasarkan CITES – sebuah perjanjian global yang mengatur perdagangan satwa liar yang terancam punah.

Kelima bayi orangutan tersebut ditemukan oleh petugas departemen kehutanan yang sedang berpatroli di wilayah Jaleswar di distrik Balasore.

Para pejabat meyakini kelima bayi orangutan tersebut baru berada di daerah itu selama beberapa hari, dan kini mereka telah ditempatkan di karantina di sebuah kebun binatang di Odisha.

Menurut World Wildlife Fund (WWF), sekitar 104.000 orangutan masih tersisa di Kalimantan dan Sumatra, jumlahnya menurun dari 230.000-an ekor seabad yang lalu.

Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), spesies ketiga, diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah, dengan kurang dari 800 ekor diperkirakan masih hidup di alam liar.

Pada bulan November, para pemerhati lingkungan menemukan bahwa populasi orangutan Tapanuli telah berkurang 7% setelah banjir besar yang melanda Sumatera, Indonesia.

Diperkirakan antara 33 hingga 54 orangutan Tapanuli tewas dalam banjir dan tanah longsor yang meluas di provinsi Sumatera Utara.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, kehilangan 1% populasi orangutan Tapanuli setiap tahunnya sudah cukup menyebabkan kepunahan.

Seluruh populasi orangutan Tapanuli hanya tinggal di Blok Barat Batang Toru, sebuah hutan yang terancam oleh pertambangan, perkebunan kelapa sawit, dan proyek pembangkit listrik tenaga air berskala besar.

  • Perdagangan Satwa Liar

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.