Kepsek Jadi Kunci! Aceh Besar Genjot Mutu Pendidikan Lewat Seminar Internasional

Kamis, 10 Sep 2026, 01:48 WIB

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Besar memperkuat peran Kepala Sekolah dalam menggenjot mutu pendidikan melalui seminar internasional yang berlangsung secara dalam jaringan (daring).

“Tantangan pendidikan saat ini menuntut kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu membangun visi, memperkuat kolaborasi, mendorong inovasi, serta menciptakan perubahan positif di lingkungan satuan pendidikan,” kata Plt Kadisdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi, Rabu.

Ket. Foto: Disdikbud Aceh Besar melaksanakan Seminar internasional tentang pendidikan secara daring, Rabu. — Sumber: Antara foto/HO-Disdikbud Aceh Besar

Ia menjelaskan, seiring perkembangan teknologi, kepala sekolah harus menjadi pemimpin yang visioner, adaptif, inovatif, dan mampu menggerakkan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam kegiatan yang diikuti sebanyak 185 kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP Negeri, Disdikbud Aceh Besar menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Shahrinizam Mohd Amin dari Malaysia yang saat ini berkiprah sebagai Pensyarah di Universiti Muhammadiyah Malaysia dan Dr. Muhammad Aulia, Ketua Program Studi Doktor Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Sekolah Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Ia mengatakan, kedua narasumber tersebut menjelaskan terhadap peran sentral seorang kepala sekolah. Sebagai pemimpin di sekolah, mereka harus punya visi yang jelas, mampu memotivasi warga sekolah, mengelola perubahan, serta mendorong inovasi agar institusi pendidikan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Agus menambahkan, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi 185 kepala sekolah untuk memperkuat peran sebagai pemimpin perubahan di satuan pendidikan masing-masing serta mampu menciptakan budaya sekolah yang inovatif dan kolaboratif, membangun suasana kerja yang positif, memotivasi guru, serta memberikan apresiasi terhadap dedikasi dan pengabdian para pendidik.

“Pesan tersebut mengingatkan bahwa kemuliaan profesi guru tidak hanya dilihat dari apa yang diterima pada saat menjalankan tugas, tetapi juga dari ilmu dan kebaikan yang diwariskan kepada peserta didik. Nilai ilmu yang bermanfaat tersebut menjadi refleksi penting bagi para pendidik. Ilmu yang diberikan kepada peserta didik dapat terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari amal yang berkelanjutan,” kata Agus.

Karena itu, semangat meningkatkan kesejahteraan guru hendaknya berjalan beriringan dengan kesadaran akan besarnya nilai pengabdian seorang pendidik. Guru bukan hanya mengajar, tetapi turut membangun karakter, menanamkan nilai, dan mewariskan ilmu bagi generasi yang akan datang.

Ia mengatakan seminar nasional yang juga digelar bagian dari Peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Besar.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.