Gorontalo Menerima 10 Nakes Penugasan Khusus Periode Dua
Kamis, 10 Sep 2026, 23:27 WIBGorontalo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menerima 10 tenaga kesehatan, melalui program Penugasan Khusus Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan periode dua (II) Tahun 2026.
Serah terima penugasan tersebut dilaksanakan secara daring, Kamis.
Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Andriyanto Abdussamad di Kota Gorontalo, Kamis, dalam sambutan pada kegiatan mengatakan kegiatan itu menjadi bagian dari sinergi antara Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia kesehatan di daerah.
Andriyanto mengatakan penempatan tenaga kesehatan tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat pemerataan dan pemenuhan SDM kesehatan, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
âPenugasan khusus ini bukan sekadar penempatan tenaga kesehatan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjawab kebutuhan SDM kesehatan di daerah," katanya.
Kehadiran tenaga kesehatan diharapkan dapat memperkuat pelayanan sekaligus mendukung pemerataan tenaga kesehatan di puskesmas.
Berdasarkan data ketenagaan Puskesmas Provinsi Gorontalo per Agustus 2026, terdapat 95 puskesmas.
Sebanyak 90 puskesmas atau 94,74 persen telah memiliki dokter, sementara lima puskesmas masih belum memiliki dokter.
Sementara itu, dari sisi pemenuhan sembilan jenis tenaga kesehatan di puskesmas, baru 53 puskesmas atau 55,79 persen yang telah memenuhi kelengkapan tersebut. Sebanyak 42 puskesmas atau 44,21 persen masih menghadapi keterbatasan pemenuhan jenis dan jumlah tenaga kesehatan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun ketersediaan dokter di sebagian besar puskesmas sudah relatif baik, pemerataan dan kelengkapan tenaga kesehatan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan secara bertahap.
Program Penugasan Khusus menjadi salah satu instrumen strategis untuk membantu mengisi kebutuhan tenaga kesehatan pada lokus yang masih mengalami kekurangan.
Pada periode II tahun 2026, sebanyak 10 tenaga kesehatan diterima dan akan ditempatkan sesuai kebutuhan pelayanan.
Mereka terdiri atas dua dokter umum yang ditempatkan di Puskesmas Saritani dan Puskesmas Limbato, tiga dokter gigi di Puskesmas Monano, Wanggarasi dan Biluhu.
Satu Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Puskesmas Bulango Ulu, satu tenaga kefarmasian di Puskesmas Dumbaya Bulan, satu tenaga kesehatan lingkungan di Bilato, serta dua terapis gigi dan mulut di Puskesmas Bulawa dan Puskesmas Popayato Timur.
Para tenaga kesehatan tersebut akan mengisi kebutuhan pada lima kabupaten sesuai lokus penempatan yang telah ditetapkan.
Andriyanto menegaskan tenaga kesehatan yang menerima penugasan diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan, tetapi mampu beradaptasi dengan kondisi wilayah dan karakteristik masyarakat di tempat mereka bertugas.
âKami berharap saudara-saudara dapat menjadi bagian dari tim pelayanan kesehatan di masing-masing puskesmas, memahami karakteristik wilayah dan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Gorontalo,â katanya.
Ia meminta dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kepala Puskesmas sebagai lokus penempatan agar para tenaga kesehatan memperoleh lingkungan kerja yang kondusif, pembinaan dan pendampingan selama masa penugasan.
âDukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Puskesmas sangat penting agar para peserta dapat menjalankan tugas dengan baik. Kita ingin penugasan ini memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan dan masyarakat di daerah,â kata Andriyanto.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menyampaikan apresiasi atas dukungan program Penugasan Khusus dari Kementerian Kesehatan, serta menyambut para tenaga kesehatan yang akan mengabdikan diri di Gorontalo.
Kehadiran tenaga kesehatan tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan puskesmas.
"Sekaligus menjadi bagian dari langkah bertahap Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memperkecil kesenjangan distribusi dan pemenuhan SDM kesehatan di seluruh wilayah," imbuhnya.
- tenaga kesehatan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bantuan 50 Tenda Darurat untuk Sekolah yang Terdampak Gempa
-
BPBD: Pohon Tumbang Menimpa Tujuh Orang Akibatkan Meninggal Dunia
-
PPIH: 30.611 Jamaah Haji Indonesia Tiba di Tanah Suci, Daker Bandara Perkuat Layanan Lansia
-
Trauma Healing Pascabencana, Remaja di Tanah Datar Tampilkan Tari Sambut Perantau
-
PT KAI Sebut Pengguna Layanan Commuter Line Basoetta Naik 14,78 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.