Bencana Lampung Jadi Perhatian! Lima Regional Sistem Rujukan Dikerahkan untuk Percepat Penanganan
Kamis, 10 Sep 2026, 05:43 WIBBANDARLAMPUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung menyatakan pembagian 15 kabupaten dan kota dalam lima regional sistem rujukan akan mempercepat penanganan kesehatan masyarakat atas dampak bencana di wilayah tersebut.
"Kami telah membagi 15 kabupaten dan kota dalam lima regional sistem rujukan. Jadi setiap fasilitas kesehatan yang ada di kabupaten dan kota diminta untuk meningkatkan kesiagaan, baik di Puskesmas Pembantu, Puskesmas, maupun Rumah Sakit Umum Daerah," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung Djohan Lius di Bandarlampung, Rabu.
Ia mengatakan hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi, serta mempercepat penanganan kesehatan dampak bencana khususnya terkait erupsi Gunung Anak Krakatau.Â
"Sebagai upaya antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah menerbitkan Surat Edaran tentang Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap Kesehatan Masyarakat. Surat edaran ini menjadi pedoman bagi fasilitas kesehatan dan jajaran kesehatan di kabupaten dan kota dalam meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan," katanya.
Kemudian, pihaknya juga telah menetapkan berdasarkan regional lima rumah sakit umum daerah di kabupaten dan kota sebagai rujukan regional bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan meliputi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek di Kota Bandarlampung, Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar di Kabupaten Lampung Barat, Rumah Sakit Umum Daerah Menggala di Kabupaten Tulang Bawang, dan Rumah Sakit Umum Daerah Ahmad Yani di Kota Metro.
"Adapun rujukan tertinggi ditugaskan kepada tiga Rumah Sakit Umum Daerah Pemerintah Provinsi Lampung yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada, Rumah Sakit Umum Daerah Alamsyah Ratu Perwiranegara dan sebagai rujukan tertinggi adalah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek," ucap dia.
Menurut dia, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terus berupaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau melalui sejumlah hal seperti pemantauan kesehatan masyarakat, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, serta penguatan surveilans terhadap potensi gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata dan kulit, serta beberapa penyakit lain akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berita Terkait:
-
Pemerintah Diminta Percepat Diplomasi agar Tarif AS Beri Kepastian bagi Industri RI
-
Dirut Bulog Sidak Mitra Maklon di Demak demi Jaga Kualitas CBP
-
BIAS 2026 di Cimahi Sasar 16.723 Siswa SD dan SMP
-
El Nino Melanda, Puluhan Hektare Sawah di Banjar Selamat Berkat JIAT
-
Pasar EV-Hybrid Meledak di Atas 40 Persen, Industri Otomotif RI Masuk Era Baru?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.