Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Rampung November

Rabu, 30 Sep 2026, 17:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melanjutkan penataan kawasan Lapangan Banteng dan Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat. Hingga akhir September 2026, pengerjaan kawasan tersebut telah mencapai 63 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, penataan kawasan Lapangan Banteng menjadi bagian dari pengembangan kawasan Pasar Baru secara bertahap. Pengembangan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan yang lebih tertata, nyaman, sekaligus memiliki konektivitas yang lebih baik.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melanjutkan penataan kawasan Lapangan Banteng dan Gedung AA Maramis, Jakarta Pusat. Hingga akhir September 2026, pengerjaan kawasan tersebut telah mencapai 63 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Pembangunan sudah mencapai 63 persen. Targetnya 22 November sudah bisa dinikmati masyarakat," ujar Rano saat meninjau lokasi pembangunan, Rabu (30/9).

Selain memperbaiki kawasan, penataan Lapangan Banteng juga diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai ruang publik bagi masyarakat. Kawasan tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, termasuk kegiatan dan acara dengan jumlah pengunjung yang cukup besar.

Rano menyebut Lapangan Banteng selama ini telah menjadi salah satu lokasi yang kerap digunakan untuk penyelenggaraan acara berskala besar di Jakarta. Ia mencontohkan penampilan Slank yang sebelumnya digelar di kawasan tersebut dan dihadiri sekitar 12 ribu penonton.

"Lapangan Banteng ini sudah menjadi tempat event, mungkin nomor dua di Jakarta setelah Jakarta International Stadium (JIS). Terakhir yang performance di sini Slank dengan jumlah penonton 12 ribu orang," jelasnya.

Dalam penataan kawasan, aspek aksesibilitas juga menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Ruang bagi pejalan kaki akan diperkuat, sementara pengaturan lalu lintas turut disesuaikan agar konektivitas antara satu area dengan area lainnya semakin baik.

Persoalan kebutuhan parkir juga menjadi salah satu hal yang masih disiapkan pemerintah seiring dengan potensi meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut. Salah satu opsi yang sedang dikaji yakni pembangunan fasilitas parkir bawah tanah atau basement di bawah lapangan sepak bola.

Konsep parkir bawah tanah tersebut dapat mengacu pada fasilitas serupa yang telah tersedia di kawasan Gelora Soemantri Brodjonegoro. Penyediaan basement diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengakomodasi kebutuhan parkir tanpa mengurangi fungsi ruang terbuka di kawasan Lapangan Banteng.

Setelah penataan Lapangan Banteng dan Gedung AA Maramis rampung, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan pengembangan kawasan di sekitarnya. Pengembangan tersebut akan melibatkan sejumlah pihak, termasuk pemilik aset swasta yang berada di kawasan Pasar Baru.

"Habis ini mungkin kita akan mulai Pasar Baru. Karena yang kita pakai kan aset mereka, tapi sebetulnya mereka sendiri sudah welcome," pungkas Rano.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.