Bawa Nama Indonesia ke Dunia, Yenny Wahid Ingin Atlet Dapat Jaminan Hari Tua

Kamis, 10 Sep 2026, 05:19 WIB

JAKARTA - Ketua Umum PB FPTI Yenny Wahid mendukung gagasan dana pensiun atlet sebagai salah satu bentuk jaminan masa depan setelah atlet melewati masa produktifnya yang terbilang singkat dibandingkan dengan profesi lain.

"Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah memulai walau belum berupa dana pensiun," kata Yenny di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ket. Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) Yenny Wahid usai menghadiri acara lelepasan Kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (9/9). — Sumber: Antara foto

Yenny mengatakan masa produktif atlet relatif terbatas sehingga perlu disiapkan peta jalan agar atlet tetap memiliki kondisi finansial yang baik setelah tidak lagi berada di puncak prestasi.

Ia menjelaskan PB FPTI telah memulai pelatihan inklusi keuangan bagi atlet agar mereka mampu mengelola pendapatan yang diperoleh selama berada pada usia produktif.

Menurut dia, kemampuan mengelola pendapatan menjadi penting karena atlet dapat memperoleh penghasilan dari hadiah pertandingan, tetapi periode produktif untuk meraih prestasi tidak berlangsung sepanjang karier.

"Usia produktif atlet itu sangat terbatas, ya. Mungkin di atas usia 35 tahun sudah berbeda," katanya.

Yenny mengatakan atlet perlu mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan aset dan pendapatan agar hasil yang diperoleh selama masa produktif dapat menjadi bekal untuk masa depan. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan melalui investasi, pembelian aset, maupun mekanisme dana pensiun.

"Yang harus kita pikirkan adalah ada peta jalan bagi atlet. Ketika sudah prestasi tercapai, kemudian secara finansial dia tetap stabil memasuki masa pensiun," kata dia.

Menurut Yenny, skema dana pensiun idealnya dapat melibatkan negara, khususnya bagi atlet yang memperoleh penghasilan atau gaji dari negara.

Namun, ia menilai atlet secara mandiri juga perlu melakukan persiapan finansial secara individual karena tidak seluruh atlet berada dalam skema penggajian negara.

Menurutnya, pemerintah dapat memberikan akses bagi atlet berprestasi untuk memiliki pekerjaan setelah masa kompetitif, termasuk melalui kesempatan menjadi anggota TNI atau Polri.

"Bisa juga yang dilakukan pemerintah itu memberikan akses untuk dia bisa menjadi pegawai negeri misalnya. Bapak Prabowo sering memberikan akses untuk bisa masuk TNI atau Polri," kata Yenny.

Ia menegaskan tujuan utama dari berbagai skema tersebut adalah memberikan kepastian masa depan sehingga atlet dapat fokus mengejar prestasi selama berada pada usia produktif.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.