- Home
-
- Megapolitan
-
- Banten Sekolah dari Rumah ...
Banten Sekolah dari Rumah Sampai Besok
Kamis, 10 Sep 2026, 01:10 WIBTANGERANG â Sekolah-sekolah di Provinsi Banten masih tetap belajar dari rumah hingga Jumat (11/9) besok. âSekolah dari rumah diperpanjang sampai Jumat karena kualitas udara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau belum aman untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka,â tandas Gubernur Banten, Andra Soni, di Tangerang, Rabu. Ini khususnya bagi siswa SMA, SMK dan Sekolah Khusus.
Kkeputusan ini diambil karena adanya lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) yang dipicu paparan abu vulkanik. Andra menyebutkan, jumlah kasus Ispa yang dalam kondisi normal berkisar 2.000 kasus. Namun, kini melonjak drastis mencapai sekitar 4.500 kasus berdasarkan laporan di lapangan.
âMaka, perpanjangan sekolah dari rumah perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan para siswa sebagai generasi penerus. Pemerintah Provinsi Banten juga memastikan akan terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berstatus Siaga (Level III) sejak 2 Juli. ââKami terus memantau. Sampai kini gunung masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudera. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,â harap Andra.
Gubernur menuturkan hasil peninjauan dari pos pengamatan Gunung Anak Krakatau, erupsi sudah menurun. Namun, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati lokasi dalam radius 3 kilometer dan diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
ââKepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M Nugraha Kartadinata, mengonfirmasi bahwa saat ini masih terjadi erupsi bertipe strombolian. Erupsi ini berpotensi melontarkan material hingga jangkauan lebih dari dua kilometer. ââSelain abu vulkanik, erupsi juga melontarkan batuan. Karena itu, kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas warga dalam radius 3 kilometer. Kepada wisatawan atau siapa pun, saya imbau untuk tetap menjauh dari radius bahaya,â tegas Nugraha.
Sebaran
Sementara itu, sebaran abu vulkanik Krakatau masih sampai di Kepulauan Seribu. Kepala Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Seribu, Mansyah, mengatakan Rabu kemarin masih ada sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, meski tipis.
âKami mengimbau warga untuk waspada, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik,â kata Mansyah. Menurutnya, BPBD Kepulauan Seribu bersama pihak terkait terus memantau perkembangan arah angin dan sebaran abu. Ini dikerjakan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
âKami juga berkoordinasi dengan puskesmas untuk mengantisipasi apabila ada warga yang mengalami keluhan, seperti gangguan pernapasan atau iritasi mata,â ujar Mansyah. Selain itu, Pemerintah Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, juga membagikan sebanyak tiga ratus masker kepada warga sebagai langkah antisipasi dampak sebaran abu.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
KAI Commuter Terapkan Tarif Khusus Rp8 Seluruh Area Layanan
-
KADIN Ungkap Teknologi Buka Ruang Pertumbuhan Konten Kreator
-
Libur HUT Ke-81 RI, KAI Jakarta Siapkan 234 Ribu Kursi Kereta, Buruan Pesan Tiketnya
-
Lalu Lintas Jalan Gatot Subroto Mulai Dijaga Jelang Sidang Tahunan MPR
-
Melepasliarkan Burung dan Penyu untuk Menjaga Ekosistem di Gorontalo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.