DJPb Buka Strategi Baru, Perkebunan Jambi Didorong Jadi Motor Penggerak Ekonomi
Rabu, 30 Sep 2026, 05:42 WIBKOTA JAMBI - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor perkebunan terutama komoditas kelapa dan kelapa sawit menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, yang sekaligus membuka lapangan kerja.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi Adnan Wimbyarto di Jambi, Selasa, mengatakan Jambi memiliki potensi perkebunan yang besar, baik dari luas areal maupun produksi.Â
Menurut dia, potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan produktivitas, kualitas sumber daya manusia, kelembagaan petani, teknologi, hilirisasi, dan penguatan rantai pasok.
"Kita melihat peluang usaha ada di Jambi, dan ini bisa memperkuat kontribusi pertumbuhan ekonomi, terpenting lagi menciptakan lapangan kerja," kata Adnan.
Ia menyebut perkebunan kelapa sawit dan kelapa menjadi salah satu penopang perekonomian Jambi, namun pengembangan sektor tersebut tidak cukup hanya dengan meningkatkan produksi.Â
Pemerintah dan pelaku usaha juga perlu memperbesar nilai tambah melalui pengembangan industri hilir, serta juga menyoroti rantai distribusi komoditas yang masih perlu diperbaiki.
Perbedaan harga kelapa antara daerah produksi dan wilayah perkotaan, kata dia, menunjukkan masih ada ruang untuk memperkuat konektivitas dan rantai pasok.
"Ini yang diharapkan, artinya juga menambah kesejahteraan bagi petani yang sebelumnya harganya relatif rendah," katanya.
Adnan mendorong pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan kelompok tani memperkuat sinergi dalam pengembangan perkebunan.Â
Salah satu peluang yang mulai dikaji adalah industri turunan kelapa, termasuk pemanfaatan sabut kelapa.
"Kita itu bukan sekadar sosialisasi, tapi bagaimana mencari solusi yang bisa best practice dijadikan benchmark," katanya.
Sementara Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi Agus Pirngadi menyebutkan sektor perkebunan memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Provinsi Jambi.
Jambi memiliki potensi besar pada komoditas kelapa dan kelapa sawit, kata dia, namun potensi itu tidak cukup hanya dilihat dari luas areal dan jumlah produksi, melainkan harus diikuti dengan peningkatan produktivitas.
Berdasarkan data Provinsi Jambi memiliki luas lahan kelapa mencapai 58 ribu hektare dengan produksi per tahunnya sekitar 51 ribu ton.
Sedangkan untuk luas areal perkebunan kelapa sawit, menurut data BPS pada 2024 mencatat mencapai 1.135.357 hektare.
Berita Terkait:
-
PBB Sebut Aksi Iklim Sejalan Lurus dengan Cuan Ekonomi
-
Pemain Persib Ramon Tanque Resmi Dipinjamkan ke Klub India Chennaiyin FC
-
Harga Minyak Dunia Kembali Sentuh 98,5 Dollar AS, Siap-Siap BBM Naik
-
PLN Sebut Pemadaman Listrik Bergilir di Sulselbar Bukan karena El Nino
-
Sabah Akan Manfaatkan Celah Pertahanan MU
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.