Prihatin Diabetes Anak dan Remaja, Mahasiswa ITS Ciptakan Spray untuk Manipulasi Rasa Manis di Lidah
Rabu, 09 Sep 2026, 00:00 WIBSURABAYA - Kasus diabetes pada anak-anak dan remaja di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup tajam dalam satu dekade terakhir, akibat pola hidup serta tingginya konsumsi makanan dan minuman manis. Mengatasi kondisi tersebut, tim mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan inovasi bernama Vityuu Mouth Spray yang mampu memanipulasi rasa manis di lidah.Â
Inovasi yang berupa start-up bisnis tersebut di bawah binaan Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI) Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS. Inovasi ini dikembangkan oleh Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum.
Direktur IKST ITS Endroyono, menyampaikan dukungan penuh ITS dalam membina mahasiswa yang memiliki ketertarikan untuk memulai bisnis. Sosok yang akrab disapa Edo tersebut menuturkan bahwa pembinaan diberikan ITS agar mahasiswa memahami dunia hilirisasi, hasil riset, aspek marketing, hingga cara mencari investor.
Dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut menekankan bagaimana ITS berupaya menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan bisnis mahasiswanya. âKami (ITS) konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,â terang Edo.Â
Dalam karya inovatifnya tersebut, ketiga mahasiswa ini memanfaatkan bahan gymnemic acid asli India yang mampu memengaruhi reseptor rasa manis pada lidah. Kevin Ananta Marga yang menjabat sebagai Direktur Operasional pada start-up Vityuu ini menjelaskan bahwa inovasi tersebut dirancang untuk menekan keinginan makan gula seketika yang dapat membantu menekan dan menstabilkan kadar gula darah pada tubuh.
Perlu diketahui bahwa rasa manis yang terdeteksi oleh lidah kerap mengirimkan sinyal dopamin ke otak sebagai sesuatu yang menyenangkan dan dorongan untuk mendapatkan lebih. Dengan demikian, tim menemukan bahwa perlu memutus sinyal yang memicu pelepasan dopamin. âJadi produk kami ini bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving (keinginan kuat untuk mengkonsumsi makanan dan minuman manis, red) dengan menutup reseptor manis pada lidah,â paparnya.
Kevin menegaskan bahwa cara kerja produk bukan menahan keinginan makanan manis dengan puasa gula yang menyiksa. Proses pengujian yang telah dilakukan membuktikan bahwa tanpa rasa manis yang tertangkap oleh lidah, tidak ada sinyal kepuasan yang memperkuat siklus craving pada seseorang.
Sebagai efek fisiologis lanjutan, tubuh biasanya melepas sedikit insulin begitu lidah mendeteksi rasa manis (cephalic phase insulin release). Respon awal tersebut juga ikut tertekan saat sinyal manis diblokir, meski efek ini sifatnya akut per pemakaian. âSehingga untuk mengubah pola craving secara jangka panjang tetap perlu adanya penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan,â lanjut mahasiswa yang akan diwisuda pada Oktober mendatang ini.
Menariknya lagi, menurut Kevin, berdasarkan riset dan uji coba formula menunjukkan bahwa produk semprot ini aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Hal tersebut didukung oleh penggunaan bahan herbal alami seperti ekstrak daun Gymnema sylvestre dipadu dengan peppermint dan stevia yang minim efek samping.
Keamanan produk juga dinyatakan aman jika tertelan, bahkan tetap memberikan manfaat pada saluran cerna. Kevin menerangkan bahwa sudah ada studi yang menunjukkan efek berlanjut yang memengaruhi penyerapan gula dan respons insulin di sistem pencernaan. âHanya saja, fungsi utamanya tidak akan optimal jika langsung tertelan tanpa sempat kontak lama dengan lidah,â terangnya.Â
Lebih lanjut, dengan disemprotkan sebanyak 2 sampai 3 kali ke lidah, cairan akan langsung bekerja untuk menghilangkan rasa manis, sementara rasa lain tetap berfungsi normal. âSetelah disemprotkan, rasa hambar dari rasa manis akan bertahan dalam rentang waktu 15 sampai 60 menit,â ungkap Kevin.Â
Selain itu, lanjut mahasiswa berkacamata ini, kandungan gymnemic acid yang terkandung di dalamnya hanya menghilangkan rasa manis tanpa mengganggu sensor rasa asin, asam, dan pedas pada lidah. Namun, dampak turunan dari produk ini juga mampu menurunkan nafsu makan sehingga bisa lebih terkontrol.
Melalui pengembangan produk inovasi ini, tim mahasiswa dari Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) ITS ini telah berhasil memperoleh omzet sekitar Rp1,4 miliar per bulan hingga Agustus lalu. Produk Vityuu Mouth Spray ini pun telah diproduksi secara masif di bawah PT Visi Menyehatkan Nusantara.Â
Inovasi yang diciptakan oleh ketiga mahasiswa tersebut membuktikan kemampuan ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan capaian SDGs poin ke-4 tentang Pendidikan yang Berkualitas, serta SDGs poin ke-3 untuk menciptakan Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera melalui inovasi yang diciptakan.Â
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Program Mami Sera Dorong Pengembangan UMKM dan Produk Lokal
-
1 Jam Mati Lampu di Jalanan Jakarta, Setara Listrik untuk 1 Kampung di Jawa Tengah
-
Timnas Indonesia U-19 Tundukkan Vietnam
-
ITS Kembangkan Bakteri untuk Pulihkan Lingkungan Tercemar
-
Pesta Wirausaha Depok 2026: Pertemukan Ratusan UMKM dan Entrepreneur untuk Tumbuh Bersama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.