Liverpool Percaya Diri Atasi Atletico

Rabu, 09 Sep 2026, 06:53 WIB

LONDON - Liverpool mengawali perjalanan di Liga Champions 2026-27 dengan ujian berat. Atletico Madrid menjadi lawan pertama yang datang ke Anfield, Kamis (10/9) dini hari WIB. Laga ini kembali mempertemukan dua klub yang musim lalu menyajikan drama, ketika Liverpool menang 3-2 lewat gol Virgil van Dijk pada menit ke-92.

Liverpool datang dengan modal kemenangan perdana di era Andoni Iraola. Setelah dua kali bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest, The Reds akhirnya bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Ipswich Town, akhir pekan lalu. Alexander Isak menjadi bintang lewat dua gol cepat dalam sembilan menit pertama.

Ket. Foto: Pemain Liverpool, Alexander Isak (kiri), merayakan gol pertama dalam pertandingan Liga Premier Inggris antara Ipswich Town lawan Liverpool di Portman Road, Ipswich, Inggris, pada 4 September 2026. — Sumber: Henry NICHOLLS / AFP

Hasil tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Iraola yang untuk pertama kalinya akan merasakan atmosfer Liga Champions sebagai pelatih. Target Liverpool jelas: melangkah lebih jauh setelah musim lalu tersingkir di perempat final dari Paris Saint-Germain dengan agregat 0-4.

“Kami membutuhkan kemenangan ini, juga performanya. Terutama di babak pertama, kami adalah tim yang sangat bagus dan memberikan banyak tekanan kepada lawan,” ujar Iraola seusai kemenangan atas Ipswich.

Ketajaman Liverpool juga menjadi ancaman utama Atletico. The Reds selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan kompetitif terakhir di semua ajang, dan setidaknya dua kali dalam enam laga di antaranya. Di fase liga Liga Champions, Liverpool juga punya catatan impresif saat menghadapi klub Spanyol, dengan memenangi enam pertemuan terakhir.

Namun, Atletico datang dengan luka. Tim asuhan Diego Simeone baru saja dipukul Athletic Bilbao 0-3 pada pertandingan terakhir La Liga. Kekalahan tersebut menjadi alarm bagi Los Rojiblancos setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga laga pembuka.

Simeone mengakui tim asuhannya layak kalah. “Kami bermain bagus di babak pertama, tetapi pada babak kedua kami kalah hanya dalam lima menit. Bahkan, dua menit sudah cukup untuk mengubah semuanya,” ujar pelatih asal Argentina itu.

Simeone, yang menangani Atletico sejak 2011, kembali menghadapi Liverpool dengan reputasi sebagai pelatih yang mengandalkan organisasi pertahanan dan intensitas tinggi. Atletico juga punya motivasi khusus: mereka belum pernah menang dalam 10 pertandingan fase grup/fase liga Liga Champions melawan klub Inggris, dengan catatan empat imbang dan enam kalah.

Liverpool memiliki sejumlah masalah pemain. Federico Chiesa dan Wataru Endo tidak masuk skuad Liga Champions, sementara Hugo Ekitike, Conor Bradley dan Giovanni Leoni masih cedera. Joe Gomez juga diragukan. Bradley Barcola, yang baru didatangkan dari Paris Saint-Germain, berpeluang tampil sejak menit awal setelah menjalani debut sebagai pemain pengganti melawan Ipswich.

Di lini depan, Isak kembali menjadi tumpuan setelah langsung mencetak dua gol pada pertandingan terakhir. Dia kemungkinan didukung Florian Wirtz dan Cody Gakpo, dengan Barcola di sisi kanan.

Atletico juga memiliki beberapa tanda tanya. Alexander Sorloth absen karena cedera paha, sedangkan Arnau Ortiz menjalani hukuman larangan bermain. Julian Alvarez berpeluang kembali dipercaya setelah hanya tampil sebagai pemain pengganti saat menghadapi Athletic Bilbao. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.