Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Banten Siapkan 2 Drone Termal untuk Pencarian
Rabu, 09 Sep 2026, 05:40 WIBJAKARTA - Kantor SAR Banten menyiapkan dua drone termal (pesawat nirawak termal) untuk membantu pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak setelah berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju Gunung Anak Krakatau.
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan.
âKita siap melaksanakan pencarian kembali pada pukul 07.00 WIB,â kata Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa malam.
Rizky menambahkan, pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan karena abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih menyebar.
Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan digunakan untuk membantu pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," kata dia.
Menurut dia, pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Keputusan tersebut dilakukan karena kondisi laut dan jarak pandang kurang mendukung pencarian pada malam hari.
âSea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan,â kata dia.
Rizky mengatakan operasi pencarian melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.
âKita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau,â ujar dia.
Informasi mengenai kemungkinan keberadaan para jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan dan belum dapat dipastikan.
Tim SAR juga akan melibatkan nelayan setempat sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.
Berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, kekuatan alat utama (alut) yang dikerahkan melibatkan lima unit sarana utama dari berbagai instansi dan seluruhnya berada dalam status siap digerakkan (ready to go).
Alut tersebut terdiri atas kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten. Seluruh armada laut dan darat ini disiagakan secara terpadu untuk menunjang kelancaran operasi di lapangan.
Sementara itu, potensi SAR yang dikerahkan melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat dengan total kekuatan personel yang masif. Unsur tersebut meliputi USS Pandeglang (6 orang), Kantor SAR Banten (6 orang), KN SAR Tetuka (8 orang), Polsek Carita (5 orang), Ditpolairud Polda Banten (5 orang), Lanal Danposal Sumur/Labuan (2 orang), Ditpolairud Mabes Sanjaya (2 orang), Babinsa Carita (1 orang), Pol PP (1 orang), Kepala Desa Sukajadi (1 orang), Potsar Banten (7 orang), Balawista (50 orang), Kecamatan Carita (5 orang), Media Lokal (7 orang), serta partisipasi dari nelayan dan masyarakat setempat.
Berita Terkait:
-
Kekeringan Ekstrem Landa Jerman, Sektor Peternakan Jadi Korban Terparah
-
Asia Pacific Coatings Show 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Hadirkan Lebih dari 170 Peserta Pameran
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Banten! Mata Warga Mulai Perih
-
Wakajati Jateng Waito Wongateleng Lantik Kajari dan Asisten, Tekankan Integritas dan Profesionalitas
-
Pemkot Bogor Optimalkan Penanganan Pengangguran Lewat Padat Karya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.