• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Agen Perjalanan Haji dan U...

Agen Perjalanan Haji dan Umrah Jannah Firdaus Raih Penghargaan PPIU of The Year 2026

Kamis, 03 Sep 2026, 17:30 WIB

JAKARTA — Jannah Firdaus meraih penghargaan PPIU of The Year kategori Kinerja Operasional dalam ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (31/8/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja operasional penyelenggara perjalanan ibadah Umrah dan Haji.

Ajang tersebut turut ditayangkan melalui tvOne dan dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama sejumlah pemangku kepentingan dari sektor perbankan, penerbangan, perhotelan, telekomunikasi, asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah, pengelolaan dana Haji, serta pembiayaan.

Ket. Foto: Jannah Firdaus menerima penghargaan kategori Kinerja Operasional sebagai PPIU of The Year dalam ajang Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta pada Senin (31/8/2026). — Sumber: Jannah Firdaus

Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Maria Goretti Limi, Direktur Business Marketing/Sales & Programming tvOne; Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia (BSI); Epril Purwandi, General Manager Anara Airport Hotel; Nugroho, Direktur Utama Telkomsel; Faisal S. Alallah dan Reham Zarei dari Saudia Airlines; perwakilan DPP BERSATHU; Wawan Suhada, Ketua Umum DPP AMPHURI; Amri Yusuf, Anggota Badan Pelaksana BPKH; serta Yusron Hibrizie, Head of Syariah PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

Keterlibatan berbagai sektor tersebut menunjukkan semakin pentingnya kolaborasi lintas industri dalam mendukung ekosistem perjalanan Haji dan Umrah di Indonesia, termasuk dari sisi transportasi, akomodasi, pembiayaan, teknologi, hingga layanan selama jemaah berada di Tanah Suci.

Bagi Jannah Firdaus, penghargaan PPIU of The Year tidak hanya dipandang sebagai pencapaian perusahaan, tetapi juga sebagai tanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan jemaah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan perjalanan ibadah.

CEO Jannah Firdaus, Mr. Wael Ahmed, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama tim sekaligus bentuk kepercayaan dari jemaah.

“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur dan merasa terhormat atas penghargaan ini. Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab yang lebih besar kepada seluruh jemaah dan masyarakat,” ujar Wael melalui keterangannya pada Kamis (3/9/2026).

Menurut dia, penghargaan tersebut dipersembahkan kepada seluruh tim Jannah Firdaus dan jemaah yang selama ini memberikan kepercayaan kepada perusahaan.

Wael menegaskan perusahaan akan menjadikan pencapaian tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan, mulai dari proses keberangkatan hingga jemaah kembali ke Indonesia.

“Insyaallah, pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin banyak masyarakat dapat menunaikan ibadah Umrah dan Haji dengan mudah, aman, nyaman, serta mendapatkan pelayanan terbaik sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air,” katanya.

Fokus Memperkuat Ekosistem Pelayanan

Setelah memperoleh penghargaan tersebut, Jannah Firdaus menyatakan akan melanjutkan pengembangan sistem pelayanan yang mencakup seluruh tahapan perjalanan jemaah.

Pengembangan tersebut meliputi pendaftaran dan transaksi, persiapan keberangkatan, pengurusan visa, akomodasi, transportasi, handling, pendampingan ibadah, hingga pelayanan jemaah selama berada di Arab Saudi.

“Ke depan kami tidak ingin berhenti hanya pada pencapaian ini. Kami akan terus melakukan inovasi dan memperkuat ekosistem pelayanan Jannah Firdaus, mulai dari proses pendaftaran, persiapan keberangkatan, akomodasi, transportasi, visa, handling, hingga pelayanan jemaah selama berada di Tanah Suci,” kata Wael.

Perusahaan menyebut pengembangan ekosistem tersebut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kontrol terhadap kualitas layanan sekaligus mendorong efisiensi operasional.

Di Arab Saudi, Jannah Firdaus menyatakan memiliki sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk muassasah, layanan sebagai provider visa, serta jaringan akomodasi dan hotel di Makkah dan Madinah.

Keberadaan infrastruktur tersebut diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi antara operasional di Indonesia dan layanan selama jemaah berada di Tanah Suci.

“Saya percaya salah satu kekuatan Jannah Firdaus adalah kami tidak hanya menjual paket perjalanan, tetapi terus membangun sebuah ekosistem pelayanan Umrah dan Haji yang terintegrasi dari Indonesia hingga Tanah Suci,” ujar Wael.

Mengandalkan Legalitas dan Tim Operasional

Selain infrastruktur, perusahaan menyebut aspek legalitas dan standar operasional menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan jemaah.

Jannah Firdaus menyatakan telah mengantongi izin sebagai PPIU dan PIHK, memiliki akreditasi A, serta menerapkan standar ISO 9001:2015. Perusahaan berdiri sejak 2003 dan mengklaim terus menjaga konsistensi keberangkatan serta meningkatkan standar pelayanan.

Operasional di Arab Saudi juga didukung jaringan cabang dan tim handling di Makkah, Madinah, dan Jeddah. Tim tersebut mencakup Tour Leader dan Muthowwif yang disebut kompeten dan bersertifikat.

Kehadiran tim di kedua negara menjadi bagian dari sistem koordinasi pelayanan jemaah, termasuk pendampingan selama menjalankan rangkaian ibadah.

Di sisi lain, perusahaan juga melakukan digitalisasi melalui pengembangan sistem pendaftaran dan transaksi secara online. Sistem tersebut ditujukan untuk memudahkan calon jemaah memperoleh informasi, melakukan pendaftaran, mengakses kebutuhan perjalanan, serta menyelesaikan proses administrasi.

Miliki Hotel di Makkah, Bidik Kemandirian Transportasi

Pengembangan infrastruktur juga menjadi bagian dari rencana jangka panjang Jannah Firdaus. Direktur Jannah Firdaus, Rahmat Syam, mengatakan perusahaan telah memiliki hotel sendiri di Makkah.

“Saat ini kami telah memiliki hotel sendiri di Makkah sebagai salah satu bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada jemaah. Dengan memiliki infrastruktur sendiri, kami berharap kualitas akomodasi dapat semakin terjaga dan pelayanan kepada jemaah menjadi semakin maksimal,” ujar Rahmat.

Selain akomodasi, perusahaan memiliki visi untuk mengembangkan kemandirian di sektor transportasi udara. Rahmat mengatakan Jannah Firdaus memiliki rencana jangka panjang untuk memiliki pesawat sendiri.

“Insyaallah, ke depan kami juga memiliki visi untuk memiliki pesawat sendiri. Tentunya tujuan utama kami adalah memaksimalkan pelayanan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan paket Umrah dengan harga yang semakin terjangkau,” katanya.

Rencana tersebut disebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perjalanan Umrah dan Haji yang lebih mandiri. Dengan pengelolaan sejumlah komponen perjalanan secara terintegrasi, perusahaan berharap efisiensi dapat memberikan manfaat langsung kepada jemaah.

Penghargaan Bukan Tujuan Akhir

Di tengah penghargaan yang diraih, Jannah Firdaus menempatkan keberlanjutan kepercayaan jemaah sebagai tantangan berikutnya.

Wael mengatakan penghargaan tidak dapat menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan perusahaan karena kepercayaan publik harus dibuktikan melalui kualitas pelayanan yang konsisten.

“Bagi kami, penghargaan bukanlah tujuan utama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kami dapat mempertahankan kepercayaan jemaah dan masyarakat. Kepercayaan tidak bisa dibangun hanya melalui komunikasi atau penghargaan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan yang konsisten,” ujarnya.

Untuk itu, perusahaan menyatakan akan terus menjaga profesionalisme, transparansi, kualitas layanan, kepastian proses perjalanan, serta melakukan evaluasi secara berkala.

Masukan dari jemaah, mitra, dan media juga disebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk menyempurnakan pelayanan.

“Kami ingin terus menjaga kualitas, transparansi, dan profesionalisme, sekaligus mendengarkan kebutuhan jemaah. Apabila kami dapat menjaga kualitas dan terus memberikan manfaat nyata kepada jemaah, insyaallah kepercayaan masyarakat akan semakin kuat. Penghargaan-penghargaan berikutnya bagi kami adalah bonus dari konsistensi pelayanan yang diberikan,” kata Wael.

Melihat Peluang Industri Umrah dan Haji

Jannah Firdaus melihat industri perjalanan Umrah dan Haji masih memiliki prospek yang besar seiring tingginya minat masyarakat Indonesia untuk beribadah ke Tanah Suci.

Namun, perusahaan menilai pertumbuhan industri tersebut juga diikuti perubahan ekspektasi calon jemaah. Selain harga, calon jemaah semakin mempertimbangkan aspek legalitas, rekam jejak penyelenggara, kepastian keberangkatan, kualitas akomodasi, pelayanan di Arab Saudi, pendampingan ibadah, hingga kemudahan teknologi.

“Kami melihat peluang industri Umrah dan Haji ke depan masih sangat besar. Namun masyarakat saat ini juga semakin selektif. Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga melihat legalitas, kualitas pelayanan, kepastian keberangkatan, akomodasi, pendampingan ibadah, teknologi, serta rekam jejak perusahaan,” ujar Wael.

Menurut dia, kondisi tersebut akan mendorong penyelenggara perjalanan ibadah untuk memperkuat fondasi operasional sekaligus membangun kepercayaan melalui layanan yang terintegrasi.

“Kami melihat masa depan industri ini berada pada perusahaan yang mampu membangun kepercayaan, infrastruktur, teknologi, dan ekosistem pelayanan yang kuat. Karena itu Jannah Firdaus akan terus meningkatkan kapasitas operasional, memperkuat pelayanan dari Indonesia hingga Arab Saudi, serta menghadirkan berbagai inovasi dan pilihan paket yang semakin kompetitif,” katanya.

Bagi Jannah Firdaus, pertumbuhan bisnis pada akhirnya tetap diarahkan pada peningkatan akses masyarakat terhadap perjalanan ibadah yang aman dan nyaman.

“Harapan kami sederhana, yaitu semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kesempatan untuk datang ke Baitullah dengan perjalanan yang mudah, nyaman, aman, dan terjangkau. Karena bagi Jannah Firdaus, keberhasilan terbesar bukan hanya pertumbuhan bisnis, tetapi ketika semakin banyak jemaah dapat mewujudkan impiannya untuk beribadah di Tanah Suci,” pungkas Wael.

Penghargaan PPIU of The Year – Kinerja Operasional dalam Anugerah Perjalanan Suci Indonesia 2026 menjadi salah satu tonggak bagi Jannah Firdaus. Namun perusahaan menegaskan pencapaian tersebut bukan akhir dari perjalanan.

Penguatan ekosistem pelayanan dari Indonesia hingga Arab Saudi, pengembangan infrastruktur, kepemilikan hotel di Makkah, transformasi digital, serta rencana pengembangan transportasi menjadi bagian dari agenda perusahaan ke depan.

Bagi Jannah Firdaus, penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat untuk menjaga standar pelayanan dan kepercayaan jemaah yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.