AS Makin Mencekik, 27 Maskapai Iran Resmi Diblokir

Rabu, 09 Sep 2026, 22:05 WIB

NEW YORK - Departemen Keuangan Amerika Serikat pada Selasa (8/9) memasukkan 27 maskapai penerbangan Iran ke dalam Daftar Negara yang Ditunjuk Secara Khusus (Specially Designated Nationals List).

Langkah AS itu menyasar seluruh maskapai penerbangan Iran yang tersisa dalam upaya meningkatkan tekanan terhadap Iran.

Ket. Foto: Mahan Air — Sumber: Getty Images

Departemen tersebut menyatakan dalam siaran pers bahwa "maskapai penerbangan komersial Iran telah lama mendukung kegiatan-kegiatan yang mengganggu stabilitas yang dilakukan oleh rezim Iran," dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memanfaatkan maskapai penerbangan yang tampak sebagai maskapai swasta untuk pengadaan dan pengangkutan senjata serta pengangkutan personel.

AS pertama menjatuhkan sanksi terhadap maskapai penerbangan Iran Mahan Air pada Oktober 2011, dan menargetkan sejumlah perusahaan yang dianggap sebagai agen penjualan umum Mahan Air pada 30 Juli lalu.

Sanksi tersebut juga menargetkan "perusahaan samaran, perantara asing, dan rute transshipment menyesatkan yang diandalkan Iran untuk memperoleh pesawat terbang asal AS dan teknologi sensitif," menurut siaran pers itu.

Secara khusus, Kantor Pengendalian Aset Asing (OFAC) di bawah Departemen Keuangan AS memasukkan empat perusahaan dari Turkiye, Malaysia, dan Kazakhstan ke dalam daftar sanksi dengan alasan perusahaan-perusahaan tersebut bertindak sebagai penyedia jasa kargo dan agen penjualan umum bagi Mahan Air.

OFAC juga menangguhkan izin yang memungkinkan penerbangan melintasi wilayah udara Iran, serta izin bagi maskapai penerbangan non-AS untuk mengoperasikan pesawat komersial yang berasal dari AS atau dikendalikan oleh AS ke Iran.

Selain itu, Jaringan Penegakan Hukum atas Kejahatan Keuangan (FinCEN) di bawah Departemen Keuangan AS mengeluarkan peringatan yang meminta lembaga-lembaga keuangan untuk melaporkan jaringan pengadaan yang mendukung industri penerbangan Iran.

Menurut siaran pers tersebut, Mahan Air menerima setidaknya tiga pesawat B-777 pada musim panas 2026 yang dialihkan melalui Uni Emirat Arab dan Oman. Ant

  • sanksi AS
  • mahan air
  • pesawat terbang

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Navigasi Udara Lumpuh, Ribuan Penerbangan di Inggris Kacau

Pengajuan Perubahan Data Desil, Anggota Dewan DIY Minta Dinsos Kawal Agar Sesuai Kondisi Ekonomi Riil Masyarakat

Kapok! Nekat Muncak Saat Ditutup, 8 Pendaki Ilegal Semeru Kena Blacklist Nasional Se-Indonesia

Hope: Dua Jam Tahan Napas saat Monster Alien Membantai Desa Terpencil Dekat Zona Demiliterisasi Korea

Pertamina Enduro VR46 Racing Team Yakin Faktor Motor Ducati Muluskan Adaptasi Bulega di MotoGP

Uni Eropa Siapkan Aturan 'Beli Produk Eropa' untuk Batasi Keunggulan Barang Tiongkok

Tolak Pungli dan Gratifikasi, Pemkot Banjarmasin Gelar Lomba Video Berhadiah Belasan Juta

Alphard Tabrak 10 Motor dan 3 Mobil di Menur Pumpungan Surabaya, Lima Orang Luka

Masifkan Gerakan Pangan Murah, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan KKMP dan Kelompok Tani Ringankan Beban Ekonomi Warga

Cegah Peredaran Daging HPR, Pemkot Jaktim Perketat Kuliner Khas di Kramat Jati

Sumur 15 Meter Mengering Total, Polres Ciamis Bangun Pipanisasi 300 Meter Selamatkan Warga!

Belum Punya Tim IT Mumpuni, UMKM Diimbau Tak Asal Kumpul Data Pribadi Konsumen

Kronologi 8 Pendaki Ilegal Kena Blacklist Karena Nekat Mendaki saat Semeru Erupsi dan Karhutla, Sempat Ada yang Tersesat

OJK Sentil Bank Digital: Tanpa Ekosistem, Bisnis Sulit Berkelanjutan

Minyak Dunia Naik, APBN Terancam Tertekan, Ini Langkah Anstisipasi Pemerintah

Airlangga Ungkap Rp11 Triliun Disiapkan untuk Rekening Massal, Apa Dampaknya?

Penegakan Hukum Karhutla, Menhut Raja Antoni Segel Lokasi di Lapangan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.